KEDIRI, JP Radar Kediri- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim melanjutkan pengusutan kasus mulitasi Uswatun Hasanah, 29, yang dilakukan oleh Rochmad Tri Hartanto alias Anto atau Antok, 32, pacarnya.
Setelah melakukan otopsi pada Selasa (28/1) lalu, ternyata penyidik kembali meminta keterangan kepada MAM, adik ipar Antok, di Hotel Adisurya, Kota Kediri.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, MAM yang merupakan warga Desa Mondo, Mojo itu dipanggil ke hotel sejak pukul 18.00. Pemeriksaan oleh Polda Jatim itu dilakukan hingga sekitar pukul 20.00.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur yang dikonfirmasi koran ini membenarkannya.
Menurut pria yang akrab disapa Jumhur itu, pemeriksaan ulang MAM dilakukan untuk mengetahui runtutan peristiwa mutilasi yang dilakukan oleh Antok.
“Kami tanya lagi runtutan. Mulai dia dijemput di rumah, mengantar koper, sampai ke Surabaya itu detailnya seperti apa,” kata Jumhur tentang pemeriksaan Selasa malam lalu.
Selain MAM, menurut Jumhur semua orang yang terlibat dalam kasus mutilasi perempuan asal Desa Bence, Garum, Blitar itu sudah dimintai keterangan semua.
Termasuk makelar mobil asal Surabaya yang menjualkan mobil milik Uswatun, hingga pembelinya.
“Pembeli mobil itu orang Kediri. Laku Rp 57 juta. Jauh di bawah standar. Yang menjualkan, makelarnya orang Surabaya. Sudah diperiksa semua saksi-saksi,” lanjut Jumhur.
Meski demikian, diakuinya jika penyidik Jatanras masih perlu melakukan pendalaman.
Karenanya, tidak menutup kemungkinan mereka harus memeriksa ulang saksi seperti yang dilakukan terhadap MAM dan lainnya.
Tidak hanya itu, mereka juga masih akan mendatangi sejumlah lokasi yang didatangi Antok dan Uswatun sebelum pembunuhan terjadi dan setelahnya.
“Termasuk yang di Kediri juga bisa didatangi lagi. Kami keler terus,” tandasnya.
Sumber lain koran ini menambahkan, dalam pemeriksaan Selasa malam lalu MAM memang diminta membeberkan detail kasus dimana dirinya terlibat.
“Pelaku sudah menelepon (MAM, Red) sejak Maghrib (sebelum pembunuhan terjadi, Red). Diajak menjual mobil ke Surabaya,” kata sumber koran ini di Polda Jatim tentang unsur perencanaan dalam pembunuhan Uswatun tersebut.
Meski demikian, MAM mengaku tidak tahu mobil apa yang akan dijual oleh pria yang tinggal di Desa Gombang, Pakel, Tulungagung itu. Selanjutnya, dia kembali dihubungi oleh Antok sekitar pukul 00.00.
Setelah Uswatun tewas dicekik, Antok menjemput MAM di rumahnya di Mojo pada Senin (20/1) dini hari.
Dari sana, dia diajak oleh Antok untuk ke rumahnya di Desa Gombang, Pakel, Tulungagung untuk mengambil koper. Belakangan koper itu digunakan untuk menyimpan potongan tubuh Uswatun.
Dalam perjalanan ke Kediri, rupanya Antok sempat mengajak MAM mampir ke minimarket 24 jam sebanyak dua kali.
Di minimarket Tulungagung, Antok membeli tali dan plastik. Sedangkan di toko Jl Raung, bapak dua anak itu membeli pisau untuk mengeksekusi Uswatun.
“Setelah mengambil koper dari Tulungagung, MAM kembali pulang ke Mojo. Dia baru kembali datang ke hotel setelah dipanggil lagi sekitar pukul 04.00. Itu setelah mutilasi selesai,” terang sumber koran ini sembari menyebut MAM sama sekali tidak terlibat dalam pembunuhan ibu dua anak yang indekos di Tulungagung tersebut.
Pada Senin (20/1) pagi, MAM juga diajak Antok untuk kembali ke Tulungagung. Koper berisi tubuh Uswatun serta dua kresek berisi kepala dan kaki perempuan yang dipacari selama tiga tahun itu, diletakkan di rumah nenek Antok yang dalam kondisi kosong.
“Setelah mobil kosong, dibawa ke Surabaya untuk dijual, “ paparnya tentang aksi Antok yang dilakukan pada Senin (20/1) lalu sebelum membuang potongan tubuh Uswatun tersebut.
Seperti diberitakan, Antok nekat memutilasi Uswatun karena sakit hati, dendam, dan cemburu.
Dia marah karena perempuan berparas cantik itu melabrak istri sahnya. Tidak hanya itu, pemandu lagu itu juga berkata-kata yang kurang baik tentang anaknya.
Belakangan, Uswatun diketahui juga menjalin hubungan dengan dua pria lain. Antok yang kalap langsung merencanakan membunuh Uswatun.
Untuk menghilangkan jejak, pria yang saat beraksi memakai kaus hitam dan celana warna krem itu memutilasi dan membuang jasadnya di tiga lokasi yang terpisah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah