SURABAYA, JP Radar Kediri - Setelah berhasil memotong tubuh Uswatun Khasanah, 30, warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Rochmad Tri Hartanto alias Anto atau Antok, 32, membuang tubuh janda dua anak itu ke beberapa tempat terpisah.
Kasus ini mencuat setelah penemuan koper merah merah berisi mayat tanpa kepala di wilayah Ngawi. Dalam koper tersebut berisi potongan tubuh badan Uswatun. Kaki sebelah kiri dari pangkal paha hilang, begitu juga kaki sebelah kanan dari lutut ke bawah, serta kepala korban tidak ada. Setelah itu, Polres Ngawi langsung melakukan penyelidikan. Kemudian ditemukan potongan tubuh yang lainnya di tempat yang berbeda.
Hal ini diungkapkan oleh sumber Jawa Pos Radar Kediri di Polda Jatim yang enggan namanya disebut. “Senin pagi itu mayat di dalam koper langsung dibawa ke Tulungagung. Tidak langsung dibuang. Jadi sempat berada di rumah Antok semalam. Tapi koper tetap di dalam mobil (Suzuki Ertiga, Red),” ujar sumber di Polda Jatim yang enggan disebutkan namanya itu.
Kemudian pada Selasa (21/1) pagi, potongan tubuh Uswatun dibuang di beberapa tempat terpisah. Yakni, koper yang berisi sebagian besar badan korban dibuang di Desa Dadapan, Kendal, Ngawi sekitar pukul 22.00 (21/1). Satu jam berselang, kaki korban ditinggalkan di Sampung, Ponorogo. Selanjutnya, pada Rabu (22/1) lalu potongan terakhir berupa kepala Uswatun dibuang di Desa Gemaharjo, Watulimo, Trenggalek.
Editor : Anwar Bahar Basalamah