KEDIRI, JP Radar Kediri - Tim Polda Jatim bergerak cepat. Mereka menggelandang Rachmad Hartanto alias Anto, 30, di Hotel Adisurya Kota Kediri Minggu siang (26/1).
Anto diduga merupakan pelaku mutilasi Uswatun Khasanah, perempuan cantik asal Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Korps Bhayangkara berusaha mendalami kronologi pembunuhan keji tersebut. Oleh karena itu, petugas gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Hotel Adisurya Kota Kediri.
Meski tidak ada bukti signifikan yang dikumpulkan, tim Polda Jatim memastikan Anto check in bersama dengan Uswatun pada Minggu (19/1) malam. Selanjutnya, mereka baru keluar dari kamar 301 atau check out pada Senin (20/1) pagi.
Dalam pra-rekonstruksi kemarin tergambarkan jika saat Anto check out dari hotel. Dia dijemput oleh seorang pria. Diduga kuat dia adalah kerabat Anto.
Namun, pria yang kemarin digambarkan duduk di kursi kemudi itu disebut-sebut tidak tahu jika koper yang dibawa pagi itu berisi mayat Uswatun.
Padahal, penemuan mayat di dalam koper menggemparkan masyarakat. Pasalnya, setelah ditelisik ternyata bagian tubuh yang tidak lengkap ditemukan di beberapa tempat.
Yakni, kepalanya ditemukan di Watulimo, Trenggalek. Sedangkan kakinya ditemukan di Ponorogo.
Pantauan koran ini, pra-rekonstruksi dilakukan mulai pukul 14.00. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pra-rekonstruksi berlangsung hingga pukul 18.30.
Baca Juga: Uswatun Khasanah yang Jadi Korban Mutilasi di Dalam Koper Dieksekusi di Hotel Adisurya Kediri
Mayoritas adegan dilakukan di dalam kamar. Tim Polda Jatim yang terdiri dari petugas laboratorium forensik (labfor) terlihat keluar-masuk kamar yang menjadi lokasi olah tempat kejadian perkara (TKP).
Beberapa kali terduga pelamu asal Pakel, Tulungagung itu digelandang keluar. Di antaranya, dia diminta memeragakan membuka pintu mobil depan sebelah kiri.
Adegan itu diduga menggambarkan saat Anto membukakan pintu mobil untuk Uswatun pada Minggu malam.
Anto juga memeragakan adegan mengambil karpet di bagasi mobil. Karpet tersebut diduga menjadi alas saat dia mengeksekusi Uswatun yang disebut-sebut sebagai istri sirinya itu.
“Pelaku sudah menyiapkan pisau untuk mengeksekusi,” kata sumber media ini di Surabaya.
Editor : Andhika Attar Anindita