JP Radar Kediri - Masih hangat di ingatan saat muncul kasus puluhan pengusaha katering yang diduga menjadi korban penipuan berkedok Makan Bergizi Gratis. Pengusaha rumahan yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga itu merugi mulai Rp 1 – 3 juta.
Mereka diminta membayar uang jaminan sebagai mitra dari oknum kelompok masyarakat (pokmas).
Dari puluhan ibu-ibu pengusaha katering itu, jumlah uang ‘jaminan’ yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
Di luar itu, tidak sedikit masyarakat yang sudah bergejolak saat programnya sendiri belum dimulai.
Seperti Fam, 27, yang menyampaikan kegelisahannya. Sejatinya, dia mendaftar sebagai karyawan untuk salah satu dapur yang akan melaksanakan MBG di Kediri.
Kebingungan itu muncul dari dia dan teman-teman sesama calon karyawan yang menunggu kepastian pelaksanaan program itu.
Lebih-lebih, belum adanya kepastian bekerja hingga waktu pelaksanaan serentak 6 Januari lalu semakin membuatnya kalut.
Bahkan sekadar memastikan lowongan pekerjaan yang dia lamar itu resmi atau tidak saja, dia pun tidak tahu.
“Jujur saya juga belum tahu pasti (resmi atau tidak, Red). Karena selain saya, banyak juga yang menunggu info dari katering ini lebih lanjut. Teman-teman banyak yang menunggu kabar lanjut dari pihak tersebut,” terangnya.
Selain dia, ada puluhan pencari kerja lainnya yang menurutnya juga ikut melamar. Para pencari kerja itu agaknya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dengan adanya lowongan pekerjaan itu.
“Ada banyak teman-teman yang lain (sesama pendaftar). Semuanya juga pertanyaannya sama. Kapan bisa mulai bekerja?” akunya.
Sebab, bagi Fam—dan calon pekerja lainnya—peluang kerja itu tentu sangat dinanti-nantikan.
Bahkan, tidak sedikit yang sampai sudah resign dari pekerjaan lama, hanya untuk bisa bergabung sebagai penyelenggara di program nasional tersebut.
“Kami hanya diberi tahu untuk mohon bersabar dan menunggu info lanjutan,” sambung pria yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan itu.
Sementara itu, kasus dugaan penipuan terhadap puluhan pengusaha katering beberapa waktu lalu belum selesai.
Kemarin, salah satu korban melapor ke Polres Kediri Kota. Laporan itu dilayangkan karena uang jaminan yang katanya akan dikembalikan oleh oknum yang bersangkutan, belum juga dikembalikan hingga saat ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah