KEDIRI, JP Radar Kediri–Teka-teki ibu pembuang bayi di blok F Perumahan Mojoroto Indah akhirnya terungkap.
Pelakunya adalah Fitri, 37, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di sana.
Perempuan asal Desa Pagung, Semen itu ditangkap sekitar pukul 17.00 Kamis (19/9) sore lalu.
“Pelaku ibu kandung bayi, ditangkap sepulang kerja,” kata Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Fathur Rozikin tentang penangkapan Fitri di Jl Kawi, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri tersebut.
Penangkapan Fitri dilakukan berdasar penyelidikan yang dilakukan selama empat hari terakhir.
Identitas pelaku mengerucut pada Fitri karena gerak-geriknya saat menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) terekam Closed Circuit Television (CCTV).
Setelah mengantongi bukti yang cukup, polisi langsung menangkap Fitri. Ibu empat anak itu pun tak bisa berkutik. Dia langsung mengakui terus terang jika dirinya pelaku pembuang bayi.
Mengapa Fitri tega membuang anak yang juga darah dagingnya sendiri? Menurut Fathur, Fitri terpaksa melakukannya karena faktor ekonomi.
“Pelaku mengaku tidak mampu menghidupi bayi yang dia kandung,” lanjut Fathur tentang alasan Fitri membuang anaknya.
Untuk diketahui, Fitri melahirkan anak keempatnya itu sekitar pukul 13.00 Jumat (13/9) lalu. Dia memilih melahirkan di belakang rumah yang baru dibangun itu karena kondisinya sepi.
Fitri yang sempat bekerja sebagai pembantu salah satu dokter di Kota Kediri itu berani menangani sendiri kelahiran anaknya.
Termasuk memotong tali pusar dengan rapi menggunakan pisau yang sudah disiapkan dari rumahnya di Semen.
“Air ketubannya sudah pecah dari rumah (kontraksi sejak Jumat pagi, Red). Akhirnya mencari tempat aman dengan melahirkan sendiri di TKP,” terang Fathur.
Setelah melahirkan bayi di selokan, dia lantas meletakkan anaknya yang masih merah itu di pecahan keramik. Bayi malang itu dibungkus jaket lusuh dan jaket jumper warna merah.
“Setelah melahirkan langsung kerja lagi. Seperti tidak terjadi apa-apa,” sambung sumber koran ini.
Dua hari berada di tempat terbuka tanpa minum, bayi perkasa itu berhasil bertahan hidup.
Meski, bagian wajahnya berwarna kehitaman karena tersengat matahari. Beberapa bagian tubuhnya juga didapati banyak bintik kemerahan yang diduga akibat digigit nyamuk dan semut.
Lalu, bagaimana Fitri menyembunyikan kondisi perutnya yang membesar? Sumber koran ini menyebut dia menyembunyikan kehamilannya dengan memakai stagen setiap hari. Hal tersebut dilakukan di rumah dan di tempat kerja.
“Suaminya juga tidak tahu. Saat ditanya tentang kondisi perutnya yang besar katanya memang gemuk,” lanjut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan.
Sementara itu, setelah menjalani pemeriksaan selama 24 jam, kemarin sore Fitri resmi dijebloskan ke tahanan. Dia dipastikan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membuang anak kandungnya sendiri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah