Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Detik-detik Kematian Perempuan Asal Kediri yang Dibuang di Hutan Pacet Mojokerto

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 17 September 2024 | 18:26 WIB
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembuangan mayat perempuan cantik di hutan Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jumat (13/9).
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembuangan mayat perempuan cantik di hutan Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jumat (13/9).

KEDIRI, JP RADAR KEDIRI-Teka-teki tewasnya Anyk Mariyanni, 37, yang jasadnya dibuang di kawasan Tahura R Soerjo, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jumat (13/9) lalu, perlahan terkuak.

Perempuan asal Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini diduga meninggal setelah wajahnya dihantam benda tumpul dan dibekap pelaku hingga mati kehabisan napas.

Hal tersebut merujuk pada sejumlah luka akibat benda tumpul di wajah korban saat kali pertama ditemukan tergeletak di sisi timur Jalur Mojokerto – Batu itu.

Dari hasil olah TKP, kepolisian mendapati bekas bercak darah di area bibir Anyk. ’’Dari keterangan dokter kemarin, korban ini mati lemas.

Kemungkinan besar kehabisan napas seperti itu (dibekap),’’ jelas Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama kemarin.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan Anyk dibekap pelaku menggunakan benda apa. Dia hanya menegaskan jika tidak ditemukan adanya indikasi korban tewas keracunan.

Apalagi, tidak ditemukan adanya luka bekas tusukan atau sayatan benda tajam di tubuh ibu tiga anak itu. ’’Kalau diracun, tidak ada indikasi ke arah sana,’’ bebernya.

Lebih jauh Nova mengaku belum bisa gamblang menyampaikan sebab tewasnya korban lantaran hasil autopsi dari tim medis RS Bhayangkara Pisdik Sabhara Porong Sidoarjo hingga kini belum turun.

’’Sampai sekarang hasil resmi autopsinya masih belum keluar. Mungkin beberapa hari lagi. Yang jelas, korban sudah dimakamkan di Kediri,’’ urai mantan Kasatreskrim Polres Kediri Kota ini.

Sejauh ini, pihaknya juga belum bisa memastikan lokasi nyawa korban dihabisi oleh pelaku. Karena kawasan hutan Pacet diyakini hanya sebagai tempat pembuangan jasad Anyk.

’’Untuk lokasi pasti dugaan pembunuhannya ini juga masih kami dalami,’’ tukas Nova.

Seperti diberitakan, Anyk Mariyanni, 37, ditemukan tergeletak tak bernyawa oleh petugas yang sedang patroli di hutan lindung kawasan Lemah Abang Tahura Raden Soerjo, Desa/Kecamatan Pacet, Jumat (13/9) pagi.

Warga Dusun Banjarejo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, ini terbujur kaku memakai baju warna pink dan celana hitam.

Dalam pemeriksaan ditemukan sejumlah barang bukti. Mulai inner hijab warna hitam putih, ikat rambut warna merah, hingga satu liontin kalung emas.

Sebelum ditemukan tewas, kali terakhir Anyk terlihat pada Kamis (12/9) sore. Sekitar pukul 18.30 dia pamit kepada ibunya untuk pergi ke luar kota.

Selanjutnya, pukul 21.00 dia masih berkomunikasi lewat sambungan telepon dengan tetangganya. Namun, sekitar pukul 01.00 dia sudah lost contact.

Sementara itu, hingga kemarin pihak keluarga Anyk masih menunggu hasil pengusutan polisi Polres Mojokerto.

“Ini (keluarga, Red) masih menunggu perkembangan,” ungkap Ketua RT 01, RW 05, Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah Sarno.

Sarno mengaku tak menyangka jika tetangganya itu meninggal dengan cara tragis. Selama ini Anyk dikenal baik dengan warga. Selain itu dia juga tidak punya musuh.

Lebih jauh Sarno menyebut Anyk menikah dua kali. Sebelum menikah dengan Saherman, dia sempat menikah dengan pria asal Surabaya. Dari pernikahan pertamanya, dia dikaruniai dua orang anak.

“Anak pertama yang sudah SMP itu ikut bapaknya. Sekitar enam tahun lalu, saat Mbak Anyk pindah sini, dia sudah sama suami yang sekarang,” jelas Sarno saat ditemui kemarin siang di rumahnya.

Meski sudah menikah lagi, menurut Sarno hubungan Anyk dengan suami pertamanya cukup baik. “Kemarin saat pemakaman (14/9) suaminya juga datang melayat,” terang Sarno. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #jasad wanita #dibekap #tewas #mojokerto #jasad #jawa pos