Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Periksa CCTV Perumahan untuk Mengetahui si Pembuang Bayi di Mojoroto Indah Kota Kediri

Ayu Ismawati • Selasa, 17 September 2024 | 17:36 WIB
EVAKUASI: Warga bersiap membawa bayi ke RSIA Nirmala (15/9)
EVAKUASI: Warga bersiap membawa bayi ke RSIA Nirmala (15/9)

KEDIRI, JP Radar Kediri–Satreskrim Polres Kediri Kota mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap orang tua bayi yang tega membuang darah dagingnya di Perumahan Mojoroto Indah, Minggu (15/9) sore lalu.

Korps baju cokelat memeriksa closed circuit television (CCTV) di perumahan yang terletak di barat sungai itu.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Fathur Rozikin. Menurutnya polisi fokus memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

Selebihnya, mereka memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. “CCTV juga kami lakukan penyelidikan,” kata perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu Minggu malam lalu.

Pernyataan Fathur diamini oleh Endung, salah satu satpam di Perumahan Mojoroto Indah yang berjaga di dekat lokasi mengungkapkan, setidaknya ada dua CCTV yang diperiksa.

Hal tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi. “Kemarin (Minggu malam, Red) CCTV di rumah warga sempat dicek. Lumayan lama mengecek (peristiwa yang terekam, Red),” kata Endung.  

Lebih jauh Endung mengungkapkan, saat bayi laki-laki itu ditemukan di lokasi, perumahan dalam kondisi sepi. Sebab, banyak penghuninya yang sedang ke luar kota.

Jika bayi yang diletakkan di pecahan keramik itu tidak diketahui oleh Yu Mi, pencari rongsokan di perumahan, menurutnya warga juga tidak akan mengetahuinya.

“Kalau (bayi, Red) tidak ditemukan oleh Yu Mi, ya orang-orang nggak bakal tahu,” lanjutnya.

Terkait kondisi rumah di Blok F No. 37 yang sedang dibangun, menurut Endung proses pembangunannya  baru saja selesai.

Jika sebelumnya selalu ramai pekerja, selama dua minggu terakhir sudah sepi. “Sudah tidak ada pekerja di sana,” tuturnya.

Joko, satpam lain di Perumahan Mojoroto Indah menuturkan, selain dihuni oleh rumah tangga, menurutnya di perumahan itu juga ada kos-kosan.

Baik kos-kosan khusus cewek, kos-kosan yang hanya menerima penghuni laki-laki, hingga kos-kosan dengan penghuni campur.

“Ada lebih dari lima kos-kosan di sini,” jelas pria yang biasa berjaga di bagian depan tersebut.

Salah satu kos-kosan yang ditempati oleh mahasiswa dan pekerja itu, ada yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penemuan bayi.

Sementara itu, jika sebelumnya bayi laki-laki sepanjang 50 sentimeter dengan berat 2,8 kilogram itu dirawat di RS Nirmala, kemarin bayi tanpa identitas itu dipindah ke Ruang Panji RSUD Gambiran.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo untuk merujuk bayi laki-laki tersebut.

Kapan bayi malang itu dirujuk? Paulus mengaku masih akan menunggu hingga kondisi bayi stabil atau sehat.

Lebih jauh Paulus menyebut, kondisi bayi kemarin sudah semakin membaik. Namun, kondisinya belum bisa dikatakan stabil.

“Masih jarang nangis dan badannya masih bentol-bentol,” terang Paulus.

Dikatakan Paulus, bayi yang orang tuanya masih dalam pengejaran polisi itu baru bisa benar-benar dirujuk setelah pengusutan kasusnya selesai.

Meski demikian, mereka terus berkoordinasi dengan PPSAB Sidoarjo. Terutama, terkait perkembangan kondisi bayi.

“Apabila sudah selesai, pihak PPSAB Sidoarjo akan menindaklanjuti upaya rujukan bayi,” sambung Paulus sembari menyebut bayi akan diasuh oleh panti asuhan milik Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Seperti diberitakan, bayi laki-laki ditemukan di dekat proyek rumah di Blok F, Perumahan Mojoroto Indah pada Minggu (15/9) sore.

Dalam penyelidikan, ari-ari bayi serta bercak darah yang sudah mengering ditemukan di selokan yang berjarak sekitar 25 meter dari lokasi penemuan bayi.

Saat ditemukan oleh Yu Mi, salah satu pencari rongsokan yang biasa berkeliling di Perumahan Mojoroto Indah, bayi laki-laki itu dibungkus jaket lusuh dan jaket jamper warna merah.

Pipi bayi berwarna merah kehitaman yang diduga akibat terpapar sinar matahari. Selebihnya, bagian dada, pipi, dan leher juga didapati bintik-bintik akibat gigitan nyamuk. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pembuangan bayi #kediri #mojoroto #penyelidikan #polres kediri #penemuan bayi #jawa pos