Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Kronologi Penangkapan Perampok Minimarket Bersenjata Api di Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 7 September 2024 | 17:16 WIB
AKHIRNYA DIBEKUK: Polres Kediri Kota saat merilis kasus penangkapan perampok di wilayahnya.
AKHIRNYA DIBEKUK: Polres Kediri Kota saat merilis kasus penangkapan perampok di wilayahnya.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Berakhir sudah pelarian dua perampok minimarket yang sempat menghebohkan warga Kediri Raya.

Polisi berhasil menangkap keduanya ketika ‘balik kucing’ ke Kediri. Praktis, pelarian para perampok ‘bersenpi’ ini hanya lima hari saja.

Dua perampok tersebut semuanya warga Kediri Raya. Yang pertama, Tri Zudhi Aprilianto, 29, merupakan warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Sedangkan rekannya adalah Wildan Aprilino Islachi, 29, warga Desa Purworejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

Drama penangkapan buron yang menjadi perhatian masyarakat ini diwarnai meluncurnya timah panas dari senjata polisi.

Salah satu pelaku, yaitu Wildan, ditembak kakinya oleh polisi. Penegak hukum berdalih sang buron melakukan perlawanan ketika ditangkap.

"Dalam rekaman CCTV pelaku juga diduga memiliki senjata api. Sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur," aku Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, ketika menggelar jumpa pers di Mapolres Kediri kemarin (6/9).
Penangkapan terjadi di dua tempat berbeda.

Wildan digerebek di rumahnya di Desa Purworejo, Kandat pada Kamis (5/6) malam, sekitar pukul 19.30. Dari penangkapan itulah akhirnya keberadaan Tri juga diketahui.

Rekan Wildan ini tertangkap beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 21.30. Saat itu Tri berada di rumah ibunya (pihak Polres Kota Kediri menyebut rumah mertua) di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih.

Berdasarkan keterangan polisi, mereka sempat kesulitan melacak para buron karena pintar menghilangkan jejak.

Setelah beraksi keduanya kabur ke Tulungagung dan Blitar. Para buron itu juga dengan cerdik menghindari tangkapan kamera CCTV dengan sering melintasi jalanan desa.

Kemarin, release penangkapan perampok dua minimarket tersebut berlangsung di dua tempat. Satu orang, Wildan, dipamerkan polisi di aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri sekitar pukul 14.00.

Kapolres Bimo menjelaskan, para perampok membawa beberapa senjata dan perlengkapan dalam aksinya. Yaitu parang, pistol mainan, dan kabel ties untuk mengikat korban. Pistol mainan itu dibeli melalui online.

"Mereka juga menyiapkan mobil yang mana milik Wildan. Plat mobil diganti dengan plat nopol palsu," jelas Bimo.

Dalam perampokan itu, peran Wildan adalah menodongkan pistol mainan. Setelah itu mengikat tangan dua karyawan minimarket yang berjaga.

"Dia juga yang menginisiasi perampokan," jelas laki-laki asal Sidoarjo itu.

Kemarin, Wildan mengaku bahwa dia telah merencanakan aksinya sejak Agustus. Awalnya, yang akan dirampok adalah minimarket yang sudah tutup. Hanya, mereka kesulitan untuk menggarong sesuai rencana awal itu.

“Akhirnya memilih (minimarket) yang buka saja,” aku lelaki yang kemarin dipasangi balaclava ini.

Bagaimana menentukan sasaran yang akan dirampok? Wildan mengatakan memilih target secara acak. Mencari minimarket yang buka 24 jam tapi dalam kondisi sepi pembeli.

"Yang di kota, saat kabur ke utara, ada swalayan 24 jam yang buka, belok situ," aku pria yang saat merampok menggunakan mobil milik ibunya yang sedang bekerja di luar negeri ini.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu M. Fathur Rozikin mengatakan, dua buron itu berusaha menghindari kejaran polisi dengan cara tidak berlama-lama di satu lokasi.

“Pelaku sempat pulang pergi, pulang pergi beberapa hari di luar, terus pulang lagi,” jelas Fathur.

Fathur juga menerangkan, salah seorang pelaku merupakan residivis kasus yang sama. Yaitu Wildan yang proses hukumnya ditangani Polres Kediri pada 2019. 

Di hadapan penyidik, Tri mengaku hasil rampokan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Termasuk membayar angsuran motor (Honda) PCX miliknya,” beber perwira asal Jombang ini.

Dari tangan Tri, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Antara lain satu unit sepeda motor Honda PCX, satu unit handphone, satu pasang sepatu dan sandal.

“Satu buah parang yang digunakan untuk mengancam korban,” ungkap Fathur.

Terkait dengan adanya komplotan lain, Fathur mengungkapkan saat ini belum ada keterlibatan pelaku lain.

“Sementara belum ada namun polisi masih melakukan penyidikan lebih mendalam,” jelasnya.

Dalam perampokan itu, kedua pelaku menggasak total 75 juta. Yaitu Rp 32 juta dari minimarket di Desa Tales dan Rp 43 juta dari Jalan Raung.

Penangkapan pelaku perampokan itu dibenarkan oleh pihak desa.

"Kami berkoordinasi dengan polisi saat penangkapan (Tri). Desa dikabari kalau warga kami merupakan terduga pelaku perampokan di Newmart. Saat diamankan petugas, dia kooperatif," jelas Sekretaris Desa Purwokerto Breindy Pembel Kantrisna saat ditemui di Balai Desa Purwokerto.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #info kediri #polres kediri #pencurian #minimarket #perampokan #kriminal