Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Dalih Suami di Kediri yang Tega Menyiram Air Keras ke Istri dan Anaknya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 17 Juli 2024 | 16:45 WIB
PASRAH: Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto menanyai Nurohmad yang tega menyiramkan air keras kepada istri dan anaknya.
PASRAH: Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto menanyai Nurohmad yang tega menyiramkan air keras kepada istri dan anaknya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Motif penyiraman air keras yang dilakukan oleh Nurohmad pada Put, 24, istrinya, dan PM, 2, anaknya terkuak kemarin. Selain cemburu, pria asal Magelang, Jawa Tengah itu mengaku emosi karena istri sirinya itu menolak diajak pulang ke kampung halamannya.

Untuk diketahui, usai ditangkap pada Jumat (12/7) sore, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan pria berkepala plontos itu kemarin dirilis oleh Polres Kediri. Memakai baju oranye, Nurohmad digelandang dari ruangan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri ke halaman.

Di depan sejumlah wartawan, Nurohmad mengaku menyesal telah menyiramkan air keras kepada anak dan istrinya. “Menyesal, Pak,” kata Nurohmad di depan Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto yang menanyainya.

Sebelumnya Bimo sempat mengungkapkan keprihatinannya akan aksi kejam Nurohmad. “Apapun ceritanya, apapun kesalahannya (Put, Red), perbuatan itu nggak benar. Kamu tega sekali. Itu anak kamu," sesal Bimo.

Merespons pernyataan Bimo, Nurohmad menyebut kedatangannya ke tempat kos Put pada Kamis (11/7) pagi lalu untuk mengajak istri dan anaknya pulang. Jika sebelumnya Put hanya dinikahi secara siri, dia berdalih akan mengajak Put menikah secara resmi atau didaftarkan ke negara.

Namun, bisa saja hal tersebut hanya menjadi dalihnya. Sebab, sebelum mendatangi Put, sekitar pukul 07.30 dia sudah membeli cairan asam sulfat di salah satu toko di Kota Kediri.

Berbekal cairan keras itu, Nurohmad datang ke tempat kos Put di kompleks eks Lokalisasi Dusun Dadapan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem. Saat itu juga dia mengutarakan niatnya untuk mengajak pulang. Namun Put menolak.

Akibatnya, Nurohmad langsung naik pitam. Dia lantas menyiramkan air keras yang sudah disiapkan sebelumnya. Nahas, air keras itu tidak hanya mengenai Put. Melainkan justru lebih banyak mengenai PM, anaknya yang sedang tertidur pulas.

Melihat anaknya ikut terdampak, Nurohmad langsung panik dan kabur. Dia sempat dikejar oleh warga sekitar. Namun, pelaku berhasil lolos dan kabur ke Magelang. "Bersama dengan tim Resmob Polresta Magelang, berhasil kami tangkap di Magelang," terang Bimo.

Selain menangkap Nurohmad, anggotanya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai panci yang digunakan untuk menyiramkan air keras, bekas baju, serta seprai yang terkena air keras.

Akibat perbuatannya, Nurohmad yang sudah berstatus tersangka itu terancam hukuman 10 tahun penjara. Dia diancam dengan pasal perlindungan anak.

Dalam kesempatan kemarin, Bimo mengimbau para orang tua untuk tak berlaku kasar pada anaknya. "Sayangilah anak karena anak merupakan titipan Tuhan. Jangan sampai tersulut emosi jangan sampai anak dijadikan kambing hitam atas emosi tersebut," pesannya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #air keras #polres kediri #penyiraman air keras #kriminal #jawa pos