Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nyawa Balita Asal Ngasem Melayang di Tangan Ayah Tiri, Begini Kronologi Kejadiannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 26 Juni 2024 | 16:34 WIB
MAKAM MENCURIGAKAN: Warga ramai-rami melihat bekas galian makam AF yang kemarin jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara.
MAKAM MENCURIGAKAN: Warga ramai-rami melihat bekas galian makam AF yang kemarin jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Perbuatan Nov, 35; dan Tas, 40; sungguh kejam. Ibu kandung dan ayah tiri itu tega menganiaya AF, 3, anak mereka hingga tewas. Ironisnya, aksi kriminal oleh pasutri yang tinggal di perumahan Dusun Babaan, Desa Tugurejo, Ngasem itu dipicu hal sepele. Keduanya kesal karena balita tersebut berbohong saat menumpahkan air di gelas. 

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, penganiayaan terhadap AF terjadi pada Sabtu (22/6) malam lalu. Kala itu, anak perempuannya tersebut diduga menumpahkan air di lantai. Namun, dia tidak berani mengakui. “Korban mengaku yang menumpahkan air itu ibunya,” kata Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama.

Mendengar pengakuan anak tirinya itu, Tas lantas menanyakan hal tersebut kepada sang istri. Bahkan, Tas dan Nov lantas terlibat cekcok. Mendengar anak berusia tiga tahun itu berbohong, Nov yang emosi lantas memukul anak tunggalnya itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Tas. “Pemukulan itu mengakibatkan korban tidak sadarkan diri,” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Panik melihat anaknya pingsan, Nov dan Tas berusaha membangunkan anaknya. Namun, hal tersebut tidak membuahkan hasil. Beberapa saat kemudian bahkan dipastikan AF meninggal dunia.

Takut menimbulkan kehebohan, Nov dan Tas lantas mengubur jenazah AF di samping rumahnya. “Berapa kali penganiayaan dilakukan para pelaku terhadap korban, masih kami lakukan pendalaman,” terang Fauzy sembari menyebut berdasar keterangan saksi, ibu dan ayah itu sering menganiaya anak balitanya tersebut.

Sementara itu, aksi memilukan yang dilakukan oleh Nov dan Tas itu kali pertama diketahui oleh Suyono, 70, kakek korban. Ayah Nov yang tinggal di Nganjuk itu curiga karena anaknya pulang ke Kota Angin tanpa mengajak putri semata wayangnya tersebut pada Senin (24/6) malam.

Pasutri tersebut datang sekitar pukul 23.00. Perhatian Suyono yang sedang melihat pertandingan bola teralihkan. Sebab, dia tidak melihat AF bersama kedua orang tuanya. Padahal, biasanya bocah lucu itu selalu ikut. “Saya tanya sampai tiga kali, mereka tidak menjawab,” kata Suyono ditemui di tempat kejadian perkara kemarin.

Tiba-tiba saja menurut Suyono anak dan menantunya itu langsung sungkem di pangkuannya. Saat itu mereka baru mengakui jika AF sudah meninggal. “Saya langsung kaget dan menangis,” lanjut Suyono dengan sedih.

Kala itu, Tas menyebut putri tirinya itu meninggal karena terjatuh di jalan. Hal tersebut tidak lantas membuat Suyono percaya. Dia lantas menanyakan letak makam AF. Mengetahui jasad cucunya dimakamkan di samping rumah, bukan di tempat pemakaman umum (TPU), kecurigaan Suyono semakin memuncak.

Dia lantas melaporkan kejadian tersebut ke kepala dusun. Kemudian, diteruskan ke Polsek Ngasem. Pantauan koran ini sekitar pukul 14.30 kemarin, petugas dari Polres Kediri membongkar makam AF.

Proses pembongkaran makam dilakukan secara tertutup. Polisi memasang police line di sekeliling area makam yang terletak di samping rumah itu. Saat makam dibongkar, polisi menutupi dengan kain hijau. Demikian pula saat jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

Selanjutnya, jenazah balita tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses visum. “Motif pelaku menganiaya anaknya hingga tewas masih terus kami dalami,” tegasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#penganiaayaan #balita #ngasem #Kasatreskrim #tewas