Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ditinggal Kerja, Enam Tabebuya di Kras Digondol Maling

Septina Tri Wulandari • Senin, 20 Mei 2024 | 18:02 WIB
HILANG: Anis menunjukkan bekas tanaman Tabebuya.
HILANG: Anis menunjukkan bekas tanaman Tabebuya.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Apes nasib dialami Akhmad Anis Mustakim. Pria 39 tahun asal Desa Bleber, Kecamatan Kras harus gigit jari. Sebab, enam pohon tabebuya yang sudah dirawat selama empat tahun hilang digondol maling. Peristiwa itu terjadi pada malam hari saat ia masih kerja di Tulungagung pada Kamis (16/5). 

Anis -sapaan Akhmad Anis Mustaki- baru mengetahui pohon tabebuyanya dicuri kemarin pagi. Saat itu, dia merasa janggal dengan kebunnya yang semakin terbuka. Saat dilakukan pengecekan, ternyata ada enam pohon dicolong. “Bingung siapa yang mencuri. Posisinya jalan di sini satu arah,” ucap Anis. 

Dia lantas bertanya dengan para tetangganya. Dari beberapa keterangan warga, pohon tabebuya itu diangkut saat malam hari. Pelaku membawa truk sekitar pukul 23.55. Warga tidak curiga, mereka mengira pengambilan pohon tabebuya itu sudah sepengetahuan Anis. Dan dianggap sudah melakukan transaksi jual beli. 

Atas kejadian itu, Anis berencana melaporkan kejadian itu ke polisi. Dia mengalami kerugian sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1,2 juta.. Harga pohon tabebuya yang hilang dalam waktu semalam itu rata-rata Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. “Harganya tergantung dengan diameter pohonnya,” ucap Anis.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tabebuya #hilang #pencurian #maling