Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Masih Buka di Bulan Ramadan, Begini Pengakuan PSK yang Diamankan di Eks Lokalisasi Gedangsewu Pare Kediri

Surya Rahman Pradopo • Jumat, 29 Maret 2024 | 17:48 WIB
PASRAH: Petugas menginterogasi NR, 43, PSK di eks Lokalisasi Gedangsewu, Pare pada Kamis (28/3) dini hari kemarin.
PASRAH: Petugas menginterogasi NR, 43, PSK di eks Lokalisasi Gedangsewu, Pare pada Kamis (28/3) dini hari kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Surat edaran (SE) tentang penghentian operasional tempat hiburan selama Ramadan agaknya tidak ditaati sepenuhnya oleh pengelola.

Terbukti dari razia yang dilakukan pada Rabu (27/3) malam, tim gabungan berhasil mengamankan seorang pekerja seks komersil (PSK) di eks Lokalisasi Gedangsewu.

Razia dimulai sekitar pukul 22.00. Tim gabungan dari satpol PP, TNI, dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) berkumpul di kantor satpol Desa Menang, Pagu. Selanjutnya, mereka menyasar empat lokasi. Yaitu, eks Lokalisasi Bolodewo dan Dendang Cafe, dan angkringan penjual minuman keras (miras) di Puncu. Serta di eks Lokalisasi Gedangsewu, Pare.

Di tiga lokasi pertama, tim gabungan tidak mendapati hasil. Di eks Lokalisasi Bolodewo tim hanya mendapati warung yang buka. Selebihnya, wisma-wisma di sana terlihat tutup. Demikian pula Dendang Cafe dan angkringan penjual miras di Wates.
Baca Juga: Polisi Bekuk Maling Motor di Ringinrejo Kabupaten Kediri
Tim baru mendapati hasil saat merazia eks Lokalisasi Gedangsewu, Pare. “Kami amankan satu WPS (wanita pekerja seks, Red),” kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Yusuf Abraham.

Saat tim tiba di lokasi, perempuan yang memakai dress kuning pendek terlihat duduk di teras wisma. Saat petugas tiba, dia langsung berlari masuk ke dalam wisma.

Tak mau kehilangan buruannya, tim gabungan langsung menggeledah setiap kamar di sana. Setelah memeriksa empat kamar, di salah satu ruangan yang pengap itu mereka mendapati perempuan berambut panjang yang dicari, tengah bersembunyi di sana.

Di dalam kamar itu juga ada seorang perempuan bertubuh gemuk yang mengaku sebagai saudara pemilik wisma. “Kamu keluar kamar atau saya seret!” tegas Yusuf.

Mendengar instruksi Yusuf, agaknya NR, 43, takut juga. Beberapa saat kemudian dia keluar kamar dan langsung digiring oleh petugas menuju ke ruang tamu. Kepada petugas, NR mengakui jika dirinya memang bersiap melayani tamu pada Rabu malam lalu. Meski demikian, dia berdalih belum mendapat pelanggan hingga pukul 00.30 Kamis (28/3) dini hari kemarin.

Lebih jauh NR juga mengakui terus terang jika selama Ramadan dia tetap berada di wisma.

Sedikitnya, dia sudah melayani 10 lelaki hidung belang yang menyewa jasanya. Dari tiap pelanggan, NR mengaku mendapat uang Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. “Hari ini (Rabu sampai Kamis dini hari, Red) belum melayani. Kalau kemarin (26/3) melayani dua orang,” akunya blak-blakan.

Sementara itu, selesai didata NR langsung dimasukkan ke dalam mobil. Hendak dibawa ke kantor satpol PP di Desa Menang, Pagu. Saat itu, ada salah seorang oknum yang meminta agar NR dilepas. Alasannya, pemilik wisma yang merupakan kerabatnya meminta agar NR dilepas.

Namun, permintaan oknum tersebut tak diindahkan oleh tim gabungan. “Kami sengaja membawa ke mako untuk menghindari konflik dengan warga sekitar,” jelas Yusuf.

Terkait tindak lanjut penanganan NR, Yusuf menyebut pihaknya akan langsung menyerahkannya ke dinas sosial (dinsos) setelah selesai diperiksa. Joko Wiyono, pekerja sosial di dinas sosial memyebut, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap NR.

Dia juga diminta menandatangani surat pernyataan akan kembali ke Madiun, kampung halamannya. “Kalau masih menjajakan diri di Kediri akan bawa ke panti Rehabilitasi Sosia Bina Karya Wanita,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #psk #jawapos #razia