Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polres Kediri Kota Akan Kembali Periksa Ibu Santri yang Tewas di Ponpes Al Hanifiyyah Kediri

Emilia Susanti • Senin, 18 Maret 2024 | 18:58 WIB
PRIHATIN: Suyanti (kiri), ibu korban saat mendatangi Polres Kediri Kota.
PRIHATIN: Suyanti (kiri), ibu korban saat mendatangi Polres Kediri Kota.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Penyidikan kasus kematian Bintang Balqis Maulana, 14, santri PPTQ Al-Hanifiyyah terus berjalan. Rencananya, penyidik akan kembali memeriksa Suyanti, 38, ibu korban. Itu sesuai dengan petunjuk jaksa yang membutuhkan tambahan keterangan.

“Kami masih menunggu itu (ibu korban, red). Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak penasihat hukumnya,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama.

Lebih lanjut, masih ada dua tersangka yang kasusnya masih bertengger di Polres Kediri Kota. Yaitu MN, 18 dan MA, 18. Padahal, berkas perkara dua tersangka lainnya sudah akan masuk meja hijau. “Kami masih melengkapi petunjuk dari jaksa,” aku Nova.

Terpisah, Lanang Kujang Pananjung, tim kuasa hukum korban membenarkan bahwa polisi masih membutuhkan keterangan tambahan. Yakni terkait dengan perubahan sikap dari Bintang sebelum meninggal.

“Dari tim kuasa hukum yang di sana (Kediri, red) kan ada. Kedatangan awal kami waktu itu kan masih bertukar informasi, nah yang kemarin keterangan dari kuasa hukum sudah masuk dalam BAP (berita acara pemeriksaan, red),” terangnya saat dikonfirmasi sore kemarin.

Untuk selanjutnya, pihaknya mengungkapkan akan terus mengawal kasus tersebut hingga putusan. Rencananya, pihak keluarga pun akan hadir dalam persidangan.

“Ya nanti kami akan hadir,” jelasnya sembari menyebut pihaknya belum menentukan agenda sidang apa yang akan diikuti.

Seperti diberitakan, Polres Kediri Kota telah menetapkan empat tersangka dalam kasus tewasnya Bintang. Selain AK dan AF yang berkasnya segera disidangkan, polisi juga menjerat MN, 18, santri asal Sidoarjo; serta MA, 18, santri asal Nganjuk.

Keempat pemuda itu dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap pengeroyokan Bintang Balqis Maulana hingga berujung maut. Berdasar rekonstruksi yang digelar Polres Kediri Kota, sedikitnya Bintang dianiaya sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda.

Luka berat yang dideritanya membuat kondisi Bintang kritis hingga dia dilarikan ke RS Arga Husada Ngadiluwih sekitar pukul 03.00 dini hari (23/2). Dia lantas dinyatakan meninggal dunia setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

Jenazahnya baru dipulangkan ke Banyuwangi pada Sabtu (24/2) lalu.Pemicu penganiayaan maut itu beragam. Para pelaku beralasan Bintang tidak bersedia diajak salat berjemaah. Kemudian, pelaku juga menyoal sikap Bintang yang sering mengadukan kondisi dirinya yang tidak kerasan di pesantren kepada ibunya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Ponpes Al Hanifiyah Kediri #santri #kota kediri