KEDIRI, JP Radar Kediri- Polres Kediri melakukan razia secara intensif untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan. Minggu (17/3) dini hari kemarin, tim gabungan berhasil menggagalkan perang sarung oleh belasan pemuda di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Pantauan koran ini, tim gabungan Polres Kediri bersiaga di kawasan SLG sejak pukul 22.00 (16/3). Jika semula kawasan SLG relatif tertib, pada dini hari mulai muncul aktivitas yang mengganggu kamtibmas. Termasuk di antaranya perang sarung. “Kami lakukan razia agar suasana Ramadan bisa lebih aman dan tentram. Juga untuk menghargai umat beragama lainnya,” terang Wakapolres Kediri Kompol Verawaty Thoib.
Sebelumnya, menurut Vera pihaknya menerima informasi dari masyarakat tentang aktivitas perang sarung yang sering terjadi di SLG. Karenanya, mereka langsung melakukan penjagaan.
Sekitar pukul 02.30, tim melakukan sweeping di Kawasan SLG. Rupanya, mereka mendapati 19 remaja yang sengaja datang ke sana untuk perang sarung.
“Ada yang ditanyai mengaku memang sengaja datang setelah tahu ada ajakan perang sarung di area SLG,” sambung Kabag Ops Polres Kediri Kompol Riko Saksono sembari menyebut pihaknya tidak menemukan senjata berbahaya yang dibawa pemuda tersebut. Karenanya mereka langsung dibina di Polsek Ngasem dan dipulangkan.
Polisi menurut Riko akan memanggil orang tua, guru, dan perangkat desa. Mereka akan diminta untuk membuat surat pernyataan agar anak mereka tidak mengulangi aktivitas serupa.
Selain mengamankan belasan pemuda yang hendak perang sarung, Kapolsek Ngasem Iptu Ardian Wahyudi menyebut pihaknya juga mengamankan sound system yang hendak digunakan untuk ronda keliling. Hal senada juga ditemukan di Kandat. Sedikitnya ada tiga mobil pembawa sound system yang diamankan Polsek Kandat karena hendak dipakai ronda. “Karena mengganggu ketertiban umum (diamankan, Red). Masuknya tipiring,” terang Kapolsek Kandat AKP Rudy Widianto melalui Kanit Reskrim Aipda Muhammad Rahmanzah.
Untuk diketahui, Polres Kediri juga melakukan razia balap liar di kawasan Jembatan Wijaya Kusuma Desa Banggle, Ngadiluwih pada Sabtu (16/3). Total ada puluhan remaja berikut motornya yang diamankan.
Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin menyebut razia diklakukan karena di sana sering dijadikan tempat balap liar oleh para remaja. Benar saja, pada Sabtu sore total ada 30 pemuda dan kendaraan mereka yang terjaring. “Umur pelaku mulai remaja hingga dewasa,” terang Agung terkait aksi balapan dilakukan sembari ngabuburit dan mengganggu warga sekitar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah