BANYUWANGI, JP Radar Kediri- Keluarga Bintang Balqis Maulana, 14, mendesak polisi agar mengusut tuntas kasus kematian pelajar MTs tersebut. Mereka juga meminta agar para pelaku penganiayaan terhadap pemuda asal Desa Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi itu dihukum berat.
Mia Nur Khasanah, 22, kakak korban, mengaku tidak menyangka adiknya akan pulang ke rumah dalam kondisi tidak bernyawa. “Saya tidak menyangka dia kembali dengan kondisi seperti ini,” kata Mia.
Menurutnya pihak keluarga curiga karena di kain kafan pembungkus jenazah banyak berceceran darah. Keluarga lantas meminta agar kain dibuka. Saat itulah diketahui jika Bintang menderita luka yang cukup parah.
Di beberapa bagian tubuhnya ada banyak luka lebam dan bekas sudutan rokok. Dengan kondisi tersebut, Mia tidak percaya adiknya meninggal karena terpeleset. Melainkan akibat teraniaya. “Banyak luka sundutan rokok di bagian kaki,” sesalnya.
Terpisah, Suyanti, ibu korban mengatakan, sebelum meninggal anak bungsunya itu mengirim pesan lewat WhatsApp (WA). Dia meminta agar segera dijemput dari pesantren. Selebihnya Bintang juga intens bertukar kabar dengan keluarga. “Memang minta dijemput, tapi ditanya kenapa minta dijemput tidak pernah menjawab,” tuturnya.
Suyanti mengaku berusaha ikhlas dengan nasib tragis yang dialami anak laki-lakinya itu. Namun, ia tetap meminta pihak berwajib mengusut tuntas kasus yang menyebabkan anaknya meninggal tersebut. “Saya berusaha memaafkan pelaku, saya yakin mati sahid. Tetapi proses hukum harus tetap berlanjut dan dihukum seberat-beratnya,” pinta Suyanti.
Yang membuatnya semakin sedih, janji Suyanti untuk membelikan motor pada Bintang agar lebih semangat sekolah, belum bisa dipenuhi. Janji itu sebelumnya sudah diucapkan saat percakapan singkat bersama korban. “Saya meminta untuk bersabar hingga Ramadan, tapi memang dia minta untuk segera dijemput,” paparnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah