Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selama Nataru, Polres Kediri Larang Truk Muatan Besar Melintas di Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 26 Desember 2023 | 19:08 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi perhatian khusus kepolisian. Sebab, ada beberapa titik yang rawan terjadi kepadatan. Karena itu, polisi melarang truk besar beroperasi dan melintas di jalanan saat libur akhir tahun tersebut.

“Aturan  sudah jelas,  truk dilarang. Tidak boleh beroperasi,” tegas Kasatlantas Polres Kediri AKP Suryono, melalui KBO Satlantas Iptu Siswo Edi.

Truk-truk yang tak boleh melintas itu terutama yang berjenis tiga sumbu dan mengangkut material bangunan seperti batu atau pasir. Namun, khusus truk bermuatan sembilan bahan pokok (sembako), bahan bakar minyak (BBM), dan pupuk serta ternak masih diperbolehkan. Kebijakan ini akan berlaku hingga 2 Januari tahun depan.

“Tidak boleh beroperasi, apabila didapati di jalan, maka dihimbau untuk pulang, tandasnya.

Edi menambahkan, kepadatan diperkirakan akan terjadi di beberapa titik. Seperti simpang tiga Mengkreng, simpang empat Kandangan, dan juga simpang empat Branggahan, Ngadiluwih.

Berdasarkan pengalaman, lokasi paling rawan macet adalah di simpang empat Mengkreng. Pasalnya terdapat lintasan kereta api yang per harinya melintas 34 kereta api (KA).

Sementara itu, dari wilayah hukum Polres Kediri Kota, peningkatan volume kendaraan dijalanan diperkirakan meningkat hingga 70 persen dibanding hari biasa. Atau, 20 persen dari tahun sebelumnya. Dengan potensi kepadatan akan terjadi di dua titik. Di Alun-Alun Kota Kediri dan Simpang Empat Mrican.

“Dari data kecelakaan selama tiga bulan terakhir. Ada di Jalan Kapten Tendean dan di Jalan Kediri –Nganjuk,” terang Kasatlantas Porles Kediri Kota AKP Andhini Puspa Nugraha.

Bulan November lalu, angka kecelakaan mencapai 40 kejadian. Meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya 28 laka. Karena itu, momen Nataru ini polisi akan berusaha menekan terjadinya kecelakaan. Salah satunya dengan memasang spanduk di titik blackspot Kota Kediri. Seperi di jalan raya Kediri – Nganjuk.

“Banyak (pengguna jalan, red) yang dari luar kota yang mungkin tidak tahu. Mohon untuk dipatuhi,” pintanya.

Di sisi lain, sudah ada delapan posko yang telah disiapkan. Terdiri dari tujuh pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Pos pengaman berlokasi di Jalan Letjend Suprapto, Ahmad Yani,  Dhoho, Veteran, dan Veteran. Lalu, di simpang empat Mrican, Pasar Gringging, dan Pohsarang.

“Pos pelayanan berada di Alun-alun Kota Kediri. Kami tempatkan di situ karena paling strategis,” jelas Andhini.

Di pos ini, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk beristirahat. Terutama bagi yang melakukan perjalanan jauh. Menurut Andhini, apabila masyarakat yang melakukan perjalanan mengalami kelelahan, hal itu pula yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Selanjutnya, Andhini mengimbau bagi masyarakat untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan kendaraan. Serta kelengkapan terhadap surat-suratnya. Tak kalah penting, dia berpesan untuk memperhatikan kondisi tubuh.

“Kondisi harus fit. Terus jangan berkendara dalam pengaruh alkohol, karena kecelakaan juga bisa berawal dari situ,” pesannya.

Tak lupa, dia juga menghimbau para personelnya untuk selalu melaksanakan tugas secara humanis serta profesional. Semua kelengkapan seperti rompi, peluit, dan lain-lain yang melekat pada tubuh harus senantiasa dijaga.

“Vitamin yang telah disiapkan untuk dimanfaatkan dengan baik. Jaga kesehatan,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #polsek kediri #Nataru 2018 #lalu lintas nataru