KEDIRI, JP Radar Kediri–Konflik kepengurusan Masjid Al-Muttaqun di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri semakin berlarut-larut. Masalah tersebut kini ditangani Polres Kediri Kota setelah kedua belah pihak saling lapor ke polisi.
Laporan polisi pertama dibuat oleh Luqman Hakim, pihak ahli waris. Dia melaporkan pengeroyokan yang dialaminya saat hendak menjadi imam salat Maghrib pada Selasa (12/12) sore. Namun, dirinya didorong kemudian dikeluarkan dari Masjid.
“Ada yang menyaksikan. Yang satu istri Pak Luqman sendiri, dia menjerit-jerit saat tahu Pak Luqman didorong keluar, dijatuhkan, ditendangani,” kata Muhammad Arman, kerabat Luqman sembari menyebut saudaranya tak ingat siapa yang menendang dan memukulnya.
Jika Luqman langsung melapor pada Selasa malam, warga ganti melapor ke Polres Kediri Kota pada Kamis (14/12) lalu. Mereka melaporkan penganiayaan yang dialami Mashuri pada Rabu (13/12) petang. Mashuri mengaku sempat dipiting oleh orang tak dikenal saat hendak salat Maghrib.
“Saya dicekik dan saya sudah tidak sadar. Makanya saya melapor ke kantor kepolisian,” terang Mashuri sembari menyebut dia menjadi korban penganiayaan saat terjadi bentrok di masjid.
Informasi yang dihimpun koran ini, insiden keributan di Masjid Al Muttaqun Manisrenggo terjadi karena ada pergantian imam salat Maghrib. Konflik terjadi saat pihak ahli waris membentuk susunan takmir yang baru, Mereka juga membuat jadwal imam masjid yang baru pula.
Warga menilai ahli waris terburu-buru membuat susunan takmir baru. Sesuai kesepakatan sebelumnya, saat salat Duhur, Ashar, dan Isya diimami oleh pihak keluarga. Kemudian, Maghrib dan Subuh diimami oleh pihak warga. Kesepakatan itu berlaku hingga keputusan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) keluar.
Buntut dari pergantian imam salat itu memicu bentrok yang videonya viral. Di sana terlihat aksi saling dorong di dalam masjid. Ada pula aksi yang memperlihatkan orang saling tendang pada Selasa (12/12) sore lalu.
Terpisah, Lurah Manisrenggo Bambang Supriyanto menyebut pihaknya telah berupaya mendamaikan kedua belah pihak hingga beberapa kali. Namun,. Ada beberapa hal yang menurutnya membuat konflik justru memanas.
“Saya bersama tiga pilar pada intinya menjaga situasi warga masyarakat Manisrenggo selalu aman dan kondusif. Yang dulu teman tetap jadi teman, yang dulu saudara tetap jadi saudara,” tandasnya.
Sementara, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama membenarkan pihaknya telah menerima laporan polisi atas konflik di Masjid Al-Muttaqun. Dia menyebut korban yang melapor telah melakukan visum. “Tidak menutup kemungkinan untuk kami mediasi,” tandasnya
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah