KEDIRI, JP Radar Kediri – Seminggu berlalu, kasus penganiayaan yang terjadi di dermaga Kota Kediri masih gelap. Pelaku penganiayaan yang menewaskan AW, 19, tak kunjung terungkap. Pihak kepolisian menegaskan masih mendalami perkara tersebut.
“Yang pasti masih penyelidikan,” tegas Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra.
Agaknya, kasus ini cukup membuat polisi harus bekerja keras. Pasalnya, saksi yang diperiksa tidak banyak memiliki informasi. Apalagi mengetahui sosok pelaku. Itu karena teman yang bersama AW lari saat terjadi penganiayaan. Karena merasa ketakutan.
Sementara itu, Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi juga belum memberikan petunjuk. Itu karena waktu kejadian yang terjadi malam hari. Sehingga, hasil rekaman relatif gelap. “Mohon doanya,” pinta Teddy saat dikonfirmasi usai pelaksanaan simulasi Sispamkota Pemilu 2024.
Terpisah, Kasat Samapta Polres Kediri Kota Iptu Wilu Suwandoko mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan Satintelkam. Itu terkait potensi pergerakan dari perguruan silat. Maupun potensi kerawanan lainnya. “Anggota saya siap melakukan kegiatan preventif,” kata pria yang akrab disapa Wilu ini.
Sebelumnya, dia mengaku bahwa pihaknya terus siaga. Itu sehubungan dengan adanya konvoi pada Jumat (6/10) malam. Pihaknya pun terus siaga hingga hari Minggu (8/10). “Sekarang sudah kondusif,” tuturnya.
Seperti diberitakan, puluhan orang telah membuat gaduh di area Polres Kediri Kota pada Jumat (6/10) malam. Massa memenuhi jalan dengan membunyikan klakson. Atas hal tersebut, polisi pun melakukan penertiban.
Tercatat, polisi sempat mengamankan sebanyak 32 pemuda serta 17 kendaraan. Namun, mereka akhirnya dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
Untuk diketahui, aksi konvoi itu dipicu oleh kasus penganiayaan terhadap AW. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/10) dini hari di Jalan Inspeksi Brantas Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Atas kejadian itu, korban mengalami luka akibat benda tumpul di bagian wajahnya. Akibatnya, AW sempat koma. Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu (7/10) pagi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah