KEDIRI, JP Radar Kediri – Bayi malang yang dibuang di bantaran sungai Brantas Kota Kediri kini memang sudah berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sidoarjo. Namun begitu, penyelidikan kasusnya masih terus dilakukan jajaran Satreskrim Polres Kediri Kota. Bahkan, polisi sampai memeriksa beberapa bidan untuk memburu orang tua bayi tersebut.
"Kami juga tanyakan ke bidan-bidan. Kami terus berupaya membuat terang kasus ini," ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kediri.
Nova menegaskan, pemeriksaan terhadap bidan tersebut masih akan dilakukan lagi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa area penyelidikan akan diperluas lagi. Sehingga peluang untuk mendapatkan petunjuk akan semakin besar.
Tidak hanya memeriksa bidan. Pihaknya juga akan kembali mengumpulkan dan memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV). Pasalnya, dari pemeriksaan rekaman yang dilakukan belum menemui hasil maksimal. Nova mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan serupa kembali.
"Sempat ada yang kami duga tapi setelah kami cek ternyata bukan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Kediri Paulus Luhur Budi menyebut kasus pembuangan bayi tersebut merupakan yang pertama kali. Itu sejak awal 2023. Atas hal ini, dia berharap tak ada lagi kasus serupa.
"Bayi yang seharusnya kita hidupi, kita makmurkan, justru dibuang. Itu jangan," sesalnya saat ditemui.
Untuk diketahui, bayi yang ditemukan di bantaran Sungai Brantas Kelurahan Bandarlor Kecamatan Mojoroto telah menggegerkan warga pada Sabtu (16/9). Bayi laki-laki tersebut dibungkus dengan kresek hitam yang ketika itu kondisinya dikerubungi semut. Selain itu tubuhnya juga masih masih basah karena air ketuban. Diduga, bayi dibuang dua jam setelah dilahirkan.
Penemuan bayi itu bermula saat dua orang warga Agus Nanang Sugiarto, 45, dan Toni Aprianto, 27, hendak memancing di pinggiran Sungai Brantas. Namun, saat itu mereka mendengar suara tangisan bayi. Keduanya dan salah satu pemancing lainnya pun mencari sumber suara. Hingga akhirnya, mereka melihat kresek hitam mencurigakan di dekat pepohonan pi
sang. Mereka pun kemudian memanggil warga lainnya lalu membuka kresek tersebut. Betapa terkejutnya warga saat mengetahui isi dalam kresek adalah seorang bayi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah