KEDIRI, JP Radar Kediri-Para orang tua agaknya harus meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya di jam sekolah. Pasalnya, berdasar Razia yang digelar Satpol PP Kabupaten Kediri kemarin, sedikitnya ada 10 pelajar yang terjaring. Meski pamit berangkat sekolah, faktanya mereka kedapatan cangkruk di kafe dan warung kopi.
Razia dimulai sekitar pukul 09.30 kemarin. Tim satpol PP Kabupaten Kediri dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri langsung menyasar sejumlah kafe dan warung kopi (warkop) di Kecamatan Ngasem. Yang jadi sasaran pertama adalah kafe di Desa Paron, Ngasem.
Saat tim gabungan tiba, sejumlah belajar terlihat asyik cangkruk dan merokok di sana. Sebagian lain menikmati minuman yang dipesan. Begitu satpol tiba, para pelajar yang ketakutan langsung berhamburan. “Ada yang berlari, ada yang sembunyi,” kata Kasatpol PP Kabupaten Kediri Agoeng Noegroho.
Sebagian lain yang sudah tidak sempat kabur memilih pasrah. Mereka pun menurut saja saat diangkut ke mobil satpol PP bersama dengan sepeda motor masing-masing.
Baca Juga: ASN Pemkab Kediri Gelapkan Mobil Rental, Ini Tuntutannya di Sidang
Tak hanya di satu lokasi, satpol PP lantas melanjutkan razia ke warkop di Desa Bulupasar, Ngasem. Di sana, mereka kembali mendapati pelajar berseragam yang cangkruk. Kepada petugas, siswa SMA/SMK ini berdalih dipulangkan karena jam kosong.
Meski demikian, mereka tetap saja tidak luput dari pengamanan. Sebab, berada di luar sekolah dan masih berseragam.“Y ang dilihat adalah bahwa masih jam pelajaran, selain itu juga masih menggunakan seragam,” terang Agoeng.
Selain dua lokasi tersebut, satpol juga mendatangi Sumbergundi di Desa Tanjung, Pagu. Demikian pula Sumberdlopo di Desa Karangrejo, Ngasem. Pemilihan tempat-tempat itu menurut Agoeng berdasar pemantauan yang dilakukan oleh tim sebelumnya. Lokasi-lokasi tersebut jadi langganan tempat membolos pelajar.
Dari hasil Razia kemarin, total ada 29 pelajar yang diamankan. Mereka merupakan siswa SMA/SMK/MA. Ada pula siswa SMP dan MTs yang ikut terjaring. Puluhan siswa itu lantas dibawa ke kantor satpol PP di Pemkab Kediri untuk dibina.
Baca Juga: Ada-Ada Saja! Ngaku Polisi, Tipu Pemilik Warung Nasi Goreng di Pare
Di depan petugas, sejumlah pelajar mengakui terus terang jika mereka memang bolos. Bahkan, ada beberapa yang mengaku sering bolos. “Saya sampaikan kalau nanti tertangkap lagi, saya akan buat surat ke sekolah, untuk disekolahkan ke Blitar (Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar, Red),” tegas Agoeng.
Sementara itu, selain pembinaan terhadap siswa, kemarin satpol juga mengirim undangan kepada orang tua. Hari ini mereka dipanggil ke Pemkab Kediri untuk diberi penjelasan tentang perbuatan anak-anaknya. Bagaimana jika orang tua siswa tak datang? Agoeng menyebut satpol akan mendatangi sekolah atau ke rumahnya. “Diberi undangan ke orang tua, kalau tidak sampai berarti dibuang. Kami tahu identitasnya, sekolah di mana tahu, kalau tidak datang kami akan datangi sekolah. Kami datangi alamatnya,” tandas Agoeng.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah