“Mereka sudah lama putus sekolah. Ada yang dari SD, ada yang SMP,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra melalui Kanit PPA Ipda Yahya Ubaid.
Berdasarkan data yang dihimpun, penyebab putus sekolah tersebut beragam. Namun, diduga karena pengaruh negatif lingkungan. Sebelumnya petugas telah mengamankan ES, 16, dan MD, 13. Kini, tim buser kini tengah memburu tiga anggota geng lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, ES yang merupakan warga Kecamatan Mojoroto, Kediri dan MD, warga Kecamatan Prambon, Nganjuk masih sebatas saksi. Meski telah diperiksa, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri belum meningkatkan status keduanya.
Kini polisi sedang memburu Pu, 17, MNI, 16, dan Ph, 16, yang diduga terlibat dalam pelemparan itu. Pasalnya, hingga kemarin mereka juga msih belum pulang ke rumahnya. Walau demikian, Unit PPA Satreskrim Polres Kediri masih belum memanggil orang tua mereka untuk dimintai keterangan.
“Belum dipanggil karena tidak ada korelasi,” ungkap polisi dengan satu balok emas tersebut.
Walau demikian, Yahya menyebut bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi kepada orang tua ketiganya. Untuk mencari keberadaan remaja yang sudah putus sekolah itu. Yahya menyebut, nantinya ada kemungkinan setelah ketiga terduga pelaku itu tertangkap, baru orang tua mereka akan dipanggil.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah