Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polres Kediri Amankan Tiga Pelaku Tawuran di Pasar Kweden Ngasem

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 23 Agustus 2023 | 17:27 WIB

BUKTI TAWURAN: Devi, karyawan konter ponsel di area Pasar Kweden, Ngasem menunjukkan tongkat bambu yang sempat dipakai tawuran oleh pelaku.
BUKTI TAWURAN: Devi, karyawan konter ponsel di area Pasar Kweden, Ngasem menunjukkan tongkat bambu yang sempat dipakai tawuran oleh pelaku.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Polsek Ngasem merespons cepat video tawuran di area pasar Desa Kweden, Ngasem, pada Minggu (20/8) sore lalu. Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan tiga pelaku di antaranya. Penanganan kasus yang sempat heboh di media sosial itu dilimpahkan ke Satreskrim Polres Kediri.

Pantauan koran ini, tawuran terjadi pukul 15.48 Minggu (20/8) lalu. Dalam video berdurasi sekitar 111 detik itu tergambar kepanikan sejumlah orang di konter ponsel yang ada di TKP. Aktivitas jual beli ponsel di sana mendadak terhenti saat sejumlah pemuda tawuran dan berlarian di jalan.

Mengetahui aksi semakin beringas, pemilik konter lantas menutup rolling door tokonya. Sejurus kemudian mereka mengintip dari bagian atas toko. Ditemui koran ini kemarin, Devi Dwi Suciani, 30, karyawan toko, membenarkan jika perempuan dalam rekaman yang viral itu adalah dirinya.

Devi mengaku takut melihat aksi tawuran Minggu sore lalu. “Karena posisi ada pelanggan juga. Terus banyak barang-barang, jadi langsung ditutup (toko, Red) karena takut,” terang Devi.
Lebih jauh Devi menjelaskan, sebelum tawuran terjadi, muncul segerombolan pemuda yang konvoi menaiki sepeda motor dari arah utara. Dari baju yang dipakai, menurut perempuan berambut lurus itu mereka adalah salah satu anggota perguran silat.

Baca Juga: Ini Fakta-Fakta Baru Kasus Totok yang Membunuh Anak Kandungnya

Di saat yang sama dari arah selatan juga melaju segerombolan pemuda yang berpakaian hitam-hitam. Rombongan dari arah utara itu dicegat oleh rombongan dari arah selatan. Selanjutnya, pemotor dari arah utara sempat berbalik.

“Yang dari selatan ini jalan. Kayaknya motornya di tinggal di selatan. Kalau dari yang saya lihat seperti sudah direncanakan gitu. Kumpul di suatu tempat,” urainya.

Melihat bentrokan sore itu, Devi dan karyawan lain langsung ketakutan dan menutup toko. Mereka baru membuka lagi selang 30 menit kemudian. Setelah memastikan tawuran di depan toko mereka selesai. “Langsung mengecek motor-motor di luar. Takut kalau rusak,” paparnya.

Dia bersyukur tidak ada kendaraan atau barang-barang yang rusak di depan tokonya. Dia hanya melihat batu-batu berserakan di jalan. Kemudian, di tengah jalan juga ada bambu yang sempat digunakan untuk tawuran.

Baca Juga: Kiai Cabul Disidang di PN Kabupaten Kediri, Begini Kesaksian Korban

Terpisah, Heru Setiawan, 32, pemilik warung kopi di sekitar TKP membenarkan tentang tawuran Minggu sore lalu. “Dari utara ada gerombolan naik motor bawa bendera, dari selatan ada gerombolan yang nyegat,” jelasnya.

Jika motor di depan konter ponsel selamat, menurut Heru motor milik pelanggannya sempat jadi korban. Hal itu terjadi saat rombongan konvoi berputar arah dan menabrak motor. Akibatnya, slebor motor milik pembelinya patah.

“Karena itu langsung meja-meja tak singkirkan. Dibantu teman-teman, motor-motor langsung dimasukkan ke warung,” terang Heru menggambarkan kepanikan Minggu sore lalu. Meski pelanggannya selamat, neon box warungnya rusak. Diduga papan nama warung itu terkena lemparan batu hingga jebol.

Terpisah, Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi membenarkan tentang kejadian tawuran di wilayahnya. Menurut Dyan, pihaknya telah mengamankan tiga orang terduga pelaku pada Senin (21/8) malam lalu. “Kasusnya kami limpahkan ke polres,” ungkap Diyan sembari menyebut dua pelaku di antaranya merupakan anak di bawah umur. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tawuran #polres kediri #perguruan silat #pelaku