Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Fakta-Fakta Baru Kasus Totok yang Membunuh Anak Kandungnya

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 23 Agustus 2023 | 17:09 WIB

SADIS: Suprapto, 53, alias Totok memeragakan adegan saat mengangkat tubuh Ela yang pingsan dan hendak diperkosa, dalam rekonstruksi di Polres Kediri kemarin.
SADIS: Suprapto, 53, alias Totok memeragakan adegan saat mengangkat tubuh Ela yang pingsan dan hendak diperkosa, dalam rekonstruksi di Polres Kediri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Suprapto, 53, benar-benar kejam. Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Lailatul Khoiriyah alias Ela, anak tunggalnya, tergambar jelas aksi biadab pria asal Desa/Kecamatan Ringinrejo tersebut. Dia tega memperkosa dan menghabisi nyawa darah dagingnya setelah menenggak minuman keras hingga mabuk.

Rekonstruksi digelar di ruang Graha Jana Nugraha sekitar pukul 09.30 kemarin. Pria yang akrab disapa Totok itu memeragakan total 50 adegan. Memakai baju oranye, bapak satu anak ini memeragakan adegan saat dia datang ke rumah istrinya di Dusun Pagak, Desa Bangle, Ngadiluwih.

“Tersangka berangkat dari Blitar. Dia mampir ke rumah temannya dan meminum anggur merah. Balik lagi ke Ngadiluwih (tkp pembunuhan, Red) dan menghabiskan (miras, Red) itu di sana,” kata Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra melalui Kanitpidum Ipda Dandy Fitra Ramadhan, tentang kondisi Totok saat beraksi.

Baca Juga: Kiai Cabul Disidang di PN Kabupaten Kediri, Begini Kesaksian Korban

Setelah menunggu selama beberapa saat, Ela yang baru pulang kerja tiba di rumah. Dia lantas berganti pakaian. Totok yang saat itu mabuk lantas membekap anak kandungnya dari belakang. Ela yang berusaha melepaskan diri terpeleset dan terjatuh. Kepalanya terbentur lantai. “Saat itu kondisi korban (Ela, Red) masih sadar dan lari ke kamar mandi,” lanjut perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

Ela yang ketakutan digambarkan kencing sambil berdiri di kamar mandi. Totok yang mengejar anaknya lantas membekap dari belakang hingga dia pingsan. Setelah Ela tak sadarkan diri, Totok memeragakan dirinya membopong darah dagingnya ke kamar. Tubuh Ela digantikan oleh manekin yang disiapkan polisi.

Jika di awal sempat disebut Ela diperkosa di kamar mandi, dalam rekonstruksi kemarin digambarkan dia diperkosa di kamar. Terkait perbedaan tersebut, menurut Dandy karena keterangan Totok saat awal dan di berita acara pemeriksaan memang berbeda. “Pengakuan yang dicelup-celupkan kepalanya ke kamar mandi hingga tewas juga tidak ada,” terang Dandy tentang pengakuan terbaru Totok.

Photo
Photo


Di rekonstruksi digambarkan Ela diperkosa di kamarnya. Dia juga sempat memainkan payudara dan kemaluan anaknya itu. Selesai melampiaskan nafsunya, Totok lantas mengganti celana dalam Ela dengan yang baru.

Sadar telah melakukan perbuatan melanggar hukum, Totok mengecek denyut nadi di tangan kiri Ela. Saat mengetahui anaknya masih hidup, dia mencekik dan membekapnya kembali. “Setelah itu dicek lagi nadi di tangan kanannya,” papar Dandy tentang aksi Totok untuk memastikan anaknya sudah meninggal.

Tak cukup di situ, pria yang bekerja sebagai sopir itu lantas mengambil lakban warna cokelat untuk membungkap mulut Ela. Kekejaman Totok tak berhenti di situ, setelah anaknya tewas, dia lantas menguasai hartanya.

Baca Juga: Jaksa Kembalikan Lagi Berkas Kasus Selebgram Meilisa ke Kepolisian

Dia mengambil gelang dan cincin yang dipakai Ela. Setelah perhiasan diambil, tubuh Ela lantas diikat dan dimasukkan ke dalam karung. Tanpa rasa kasihan, dia menaikkan karung berisi mayat anaknya itu ke sepeda motor.

Setelah berputar-putar, Totok memutuskan meletakkan mayat putri tunggalnya itu di parit selatan taman Totok Kerot, Desa Bulupasar, Pagu. Terkait kondisi mayat Ela yang paru-parunya penuh air, menurut Dandy hal tersebut karena mayat Ela terendam air di parit. “Korban meninggal karena dicekik dan dibekap dari belakang,” tegasnya.


Seperti diberitakan, Totok ditangkap polisi pada Sabtu (15/7) dini hari lalu di Tulungagung. Dia melarikan diri setelah membunuh anaknya pada Rabu (5/7) malam. Mayat gadis yang sudah membusuk itu ditemukan warga pada Sabtu (8/7) pagi. Kecurigaan langsung mengarah pada Totok karena dia sempat membuat alibi sedang bersama putrinya saat mayat gadis malang itu sudah ditemukan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pembunuhan #rekontruksi #anak kandung #membunuh