Menangani hal ini, dia menyatakan, pihaknya patroli rutin. Itu dilakukan untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Sebenarnya, saat razia petugas bisa langsung menangkap. Namun itu bisa berisiko bagi pelaku balap liar.
“Karena biasanya seperti itu kan mereka nekad. Takutnya malah membuat mereka celaka. Kami mempertimbangkan keselamatan juga,” tutur Budi.
Salah satu cara agar bisa meringkus banyak pelaku, menurutnya, dilakukan dengan metode tapal kuda. Yakni menutup jalan keluar dari satu sisi. Sementara, di sisi lainnya dilakukan razia.
Itu seperti dilakukan tim gabungan Polres Kediri pada Sabtu malam (17/6). Terbukti, dengan menerapkan metode tersebut, ada seratus kendaraan roda dua yang terjaring razia. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan memberikan imbauan melalui sosialisasi ke instansi pendidikan.
“Untuk itu, unit kamsel lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren,” pungkas Budi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah