Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usai KDRT, Venna Melinda Sempat Mengalami Trauma

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 11 April 2023 | 17:26 WIB
BERI KETERANGAN: Ferry Irawan (baju putih) menyimak keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU di persidangan kemarin. (Foto: Wahyu Adji)
BERI KETERANGAN: Ferry Irawan (baju putih) menyimak keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU di persidangan kemarin. (Foto: Wahyu Adji)
KEDIRI, JP Radar Kediri–Sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Ferry Irawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, kemarin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi, salah satunya psikolog yang sempat menangani Venna Melinda pasca-kejadian. Di depan majelis hakim, saksi membeber hasil pemeriksaan kejiwaan mantan artis yang disebut sempat mengalami trauma itu.

Adalah Cita Juwita, psikolog dari PTT RS Bhayangkara Surabaya yang kemarin memberi keterangan di depan majelis hakim. “Dari hasil tes, terdapat gejala trauma, stres, dan kecemasan,” kata Cita.

Hal tersebut menurut Cita juga diperkuat pernyataan anak kedua Venna Melinda, Athala Naufal yang menyebut ibunya mengalami sulit tidur, merasa tidak tenang dan gelisah. Cita menengarai, trauma yang dialami Venna juga merupakan akumulasi dari beberapa kejadian sebelumnya. Selanjutnya, hal tersebut menumpuk dan meledak saat Venna mengalami KDRT dari sang suami.

Apalagi, menurut psikolog asal Sidoarjo itu karakter Venna tergolong dominan dan tipe perempuan mandiri. “Segala sesuatu diselesaikan sendiri dan memutuskan sendiri,” lanjut Cita sembari menyebut Venna merasa tidak nyaman saat mengalami relasi kuasa dari Ferry.

Dalam kesempatan kemarin, alumnus Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) itu juga sempat membeber metode pemeriksaan dengan teknik observasi interview. Selebihnya, Cita juga menggunakan alat tes serta memakai grafis. “Observasi interview yang saya lakukan ini berguna untuk melihat kesesuaian apa yang diceritakan dengan emosi yang disampaikan,” lanjutnya.

Dikatakan Cita, di depan dirinya Venna sempat menyatakan jika kondisinya baik-baik saja. Dia menganggap semua kejadian sudah berlalu dan bisa mengatasi semuanya. Tetapi, hasil pemeriksaan justru menyatakan sebaliknya. Yakni, dia mengalami  gejala trauma, stres, dan kecemasan.

Terkait pernyataan Venna yang berbeda dengan kondisi kejiwaannya, menurut Cita semua manusia memang bisa menyetting mentalnya. Misalnya, dalam sebuah pekerjaan orang ingin terlihat profesional meski kondisinya sedang tidak baik. “Itu terjadi pada Venna,” jelasnya.

Sementara itu, dalam tes grafis menurut Cita kondisi psikologis Venna juga bisa diketahui dari hasil gambarnya. Mantan Putri Indonesia 1994 silam itu menggambarkan sosok laki-laki yang merupakan Ferry Irawan.

Untuk diketahui, selain mendengarkan keterangan dari Cita, sidang kemarin juga menghadirkan dua saksi lainnya. Yakni, seorang ahli hukum dan dokter ortopedi dari RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo. Seperti halnya Cita, JPU dan penasihat hukum Ferry Irawan juga mencecar para saksi itu dengan sejumlah pertanyaan. Sidang sedianya akan dilanjutkan pada Rabu (12/4) besok masih dengan agenda mendengar keterangan saksi.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini