Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi mengungkapkan, pi haknya mendapat informasi transaksi serbuk petasan di wilayah Ngasem. Setelah itu, anggota unit reskrim patroli. Senin sekitar pukul 15.30, anggota reskrim patroli di Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem mengantisipasi tindak kejahatan di area Simpang Lima Gumul (SLG).
Namun, saat di depan Pasar Tugu SLG petugas melihat gerak gerik Anang yang mencurigakan. Mereka langsung mendatangi dan memeriksa kantong plastik hitam yang digantungkan di sepeda motornya. Saat dibuka ternyata isinya bubuk mercon. “Langsung kita bawa ke mapolsek. Juga HP (handphone) dan motornya,” terang Dyan.
Saat dimintai keterangan, Anang mengaku, serbuk kimia un tuk petasan itu akan dijual ke pada penjual mercon. Waktu di tangkap polisi, Anang memang ingin transaksi cash on de livery (COD) dengan pembe linya. Dia mengaku, baru per tama menjual serbuk petasan. “Belinya lewat online, dia tidak ikut meracik,” jelas Dyan.
Hingga kemarin, Anang masih ditahan di Mapolsek Ngasem. Untuk mencegah musibah leda kan mercon selama Rama dan, Dyan akan mengin tensifkan razia di Ngasem. Sebab, menurutnya, saat puasa dan menjelang Lebaran kemung kinan masyarakat masih banyak yang menyalakan petasan. “Kita akan terus melakukan pencarian mengenai bahan peledak karena itu membahayakan,” ucapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah