Gara-garanya Andi dan Sinda yang mabuk diduga tidak terima korban menarik uang ‘keamanan’ di kafe dan karaoke Surya milik orang tua Andi di Jl Proborini, Purwokerto. Tindak kekerasan ini terjadi sekitar pukul 01.00 (21/2). Dini hari itu Rokim datang ke kafe Surya. Dia berbincang dengan Junaidi alias Juned, warga yang tinggal di samping kafe.
“Berdasar penyelidikan, korban datang dari Banggle ke TKP (tempat kejadian perkara). Ketika ngobrol dengan Juned, tersangka (Andi dan Sinda) datang dengan kondisi mabuk ikut nimbrung,” kata Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budhi melalui Kanitreskrim Aipda Deny Hermanto.
Di tengah obrolan, Rokim dengan Andi cekcok. Tiba-tiba Sinda menyerang hingga pelipis Rokim terluka. Tak berhenti di situ, Andi pun ikut menyerang. Paman dan keponakan itu memukul Rokim bertubi-tubi di wajah dan kepala. “Korban tidak melawan. Hanya melindungi kepalanya dengan tangan,” tambah Deny.
Akibat pengeroyokan itu, Rokim dibawa ke RS Arga Husada, Branggahan, Ngadiluwih. Bekas luka-lukanya divisum. Sedangkan kedua tersangka dikenakan pasal 170 ayat 1 ke 1e KUHP.
Sementara itu, pihak keluarga tersangka melalui penasihat hukumnya, Tjetjep Mohammad Yasien, membantah yang memulai pengeroyokan. Menurutnya, justru Rokim yang marah dan mencekik Andi. Rokim juga dituding mabuk kala itu. Dia hendak menarik ‘iuran keamanan’ pada pemilik kafe. Namun ditolak oleh Andi.
“Harusnya yang ditariki uang itu yang (usaha karaoke) di lokalisasi. Ini kan hanya warung biasa. Si Rokim ini tiba-tiba datang. Bahkan tidak turun dari motornya, dia nyolot dan menyerang Andi. Sinda yang melerai ikut dipukul juga,” papar Tjetjep.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah