Aksi pelemparan menimpa Prasetyo, 33. Warga Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto yang mengendarai mobil Suzuki Ertiga itu tengah dalam perjalanan dari Jember menuju ke rumah. Saat melintas di Jl Raya Desa/Kecamatan Papar, tepatnya sekitar 1 kilometer sebelum perempatan Papar, tiba-tiba ada benda melayang ke arah kaca mobil bagian depan driver.
Braaak! hanya dalam hitungan detik tiba-tiba kaca mobil keluaran tahun 2018 itu retak. “Saya lihat sekilas, pelaku mengendarai motor sendiri,” kata Prasetyo dihubungi koran ini.
Jika di beberapa kasus lempar kaca mobil pelaku menggunakan batu, Prasetyo menduga yang dilempar bukanlah batu. Melainkan benda yang terbuat dari besi.
Sebelum beraksi melemparkan benda tersebut, menurut Prasetyo pelaku yang mengendarai motor matic itu menyorot kaca mobil menggunakan lampu jauh. Karena itu pula, pemilik toko online ini tidak bisa melihat jelas wajah pelaku.
Meski kaca mobilnya bagian depan mengalami retak dengan diameter sekitar 30 sentimeter, bapak satu anak itu tidak berani menghentikan kendaraannya. Kondisi jalan yang sepi dan gelap membuat dia hanya mengurangi kecepatan. Yang semula 60 kilometer per jam menjadi 40 kilometer per jam. “(Kalau berhenti, Red), saya khawatir itu (pelemparan kaca mobil, Red) modus pembegalan. Jadi saya tidak berhenti,” terangnya.
Pria yang berkendara bersama istri dan anaknya itu juga tidak melapor ke Polsek Papar. Sedianya dia melapor ke Pos Polisi Semampir. Tetapi, saat sampai di sana ternyata di pos tidak ada anggota polisi. Prasetyo pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Kemarin, dia langsung mengganti kaca yang pecah tersebut di bengkel terdekat. Prasetyo harus merogoh kocek senilai Rp 2 juta. “Saya berharap pelaku bisa segera ditangkap sebelum teror ini semakin menjadi-jadi,” pintanya sembari meminta polisi mengintensifkan patroli.
Terpisah, Kapolsek Papar Iptu Kardi Kukuh menjelaskan, hingga kemarin sore pihaknya belum menerima laporan tentang kejadian teror pelemparan kaca mobil. Perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini menjelaskan, Senin malam lalu tim Polsek Papar juga melakukan patroli di perempatan Papar.
Meski demikian, dia mengaku tidak menemukan tindak kriminal di sana. “Saya dan anggota tidak menerima laporan (teror pecah kaca, Red),” terang Kardi.
Seperti diberitakan, selain teror lempar kaca mobil di Papar, sebelumnya peristiwa serupa marak ditemui di sekitar Simpang Lima Gumul (SLG). Mulai di Gurah, Ngasem, dan Pagu. Sedikitnya, ada 17 kejadian sejak Juni lalu dan hingga kini belum terungkap identitas pelakunya.
Modus pelaku sama. Yakni, beraksi pada dini hari. Pelaku yang berboncengan sengaja memilih lokasi jalan yang sepi dan gelap. Sehingga, mereka leluasa melemparkan batu ke kaca mobil yang ditemui. Editor : Anwar Bahar Basalamah