Total, dalam 14 hari pelaksanaan operasi, tercatat 390 pelanggaran. Terjadi di wilayah operasional Polres Kediri Kota.
“Mereka yang paling banyak terkena razia adalah pelajar,” aku KBO Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Priyo Hadistyo, ketika melakukan press release kemarin (22/10)
Polisi langsung melakukan telaah terkait data tersebut. Banyaknya pelajar yang terkena razia membuat mereka melakukan beberapa antisipasi. Mulai dari melakukan sosialisasi ke sekolah, dari tingkat SMP hingga SMA, hingga imbauan ke pemilik tempat penitipan sepeda. Sehingga harapan kedepannya tidak ada yang membuka lahan atau fasilitas parker untuk pelajar.
“Diharapkan sekolah dapat diajak bekerja sama agar tidak ada lagi pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah,” imbuhnya.
Menurutnya, sebagian besar pelajar menggunakan sepeda motor meskipun belum mendapatian surat izin mengemudi. Hal itu diperparah dengan fakta tingkat pelanggaran yang tinggi serta kecelakaan yang didominasi pelajar.
Sementara itu, ditambahkan oleh Priyo, dari 399 pelanggaran lalu lintas, Selain pengendara yang masih di bawah umur, ada juga yang melawan arus dan tidak menggunakan helm SNI.
Kemudian, selama operasi jumlah teguran yang dilakukan polisi mencapai 74.919 kali. Serta jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 17 kasus. Dengan korban luka berat dua kejadian, luka ringan 13 kejadian, serta dua kejadian diselesaikan secara kekeluargaan dan nihil korban meninggal dunia.
“Selama Operasi Zebra Semeru kami juga antisipasi terjadinya balap liar, dilaksanakan pada saat malam hari,” kata Priyo.
Antisipasi balap liar tersebut adalah salah satu prioritas dalam operasi ini. Dari hasil antisipasi terjadinya balap liar, telah diamankan 43 sepeda motor yang tidak sesuai spek. Seperti ban kecil, knalpot brong, dan sepeda motor protolan. Pemilik tetap bisa mengambil kembali sepeda motornya dengan catatan mengganti kendaraannya sesuai speknya. Editor : Anwar Bahar Basalamah