Mbak Sri dan Boscu ini pasangan romantis. Ke mana saja, mereka selalu bersama. Karena Mbak Sri menganggap Boscu ini adalah suami yang wajib diikuti dan dituruti. Sehingga, saat Boscu mengajak ke mana saja, Mbak Sri tidak pernah menolak.
Sayang, kepercayaan Mbak Sri disalahgunakan Boscu. Dia tidak mengajak Mbak Sri untuk berbuat baik. Namun, dia justru mengajaknya berbuat jahat. Ironisnya, Boscu mengajak istrinya melakukan kejahatan di Bulan Suci Ramadan. Sudah pasti, dosanya berlipat ganda. Kemudian, Mbak Sri akan terseret ke penjara.
Meski sudah mengetahui risiko tersebut, Boscu tak peduli. Dia mengajak Mbak Sri ngabuburit ke Kota Angin. Mbak Sri yang memang cinta mati dengan Boscu, langsung mengangguk. Mereka mengendarai sepeda motor dari Madiun ke Kota Angin. Setelah puas menghabiskan malam dengan muter-muter Kabupaten Nganjuk yang indah pada malam hari, Boscu memutuskan pergi ke Rejoso. Dia ingin melihat bawang merah. Karena Kecamatan Rejoso terkenal dengan brambang. Kecamatan itu merupakan salah satu penghasil brambang di Kabupaten Nganjuk. Selain Sukomoro, tentunya.
Tak terasa waktu makan sahur tiba. Setelah makan sahur, Boscu dan Mbak Sri berboncengan sepeda motor menyusuri perkampungan. Boscu melihat ada brambang di karung. Brambang tersebut diletakkan di teras rumah. Jumlahnya banyak. Niat jahat Boscu mulai muncul. Apalagi, kondisi mendukung. Sepi. Tak ada orang di luar. Rumah pemilik Brambang juga tertutup rapat.
Dengan mengendap-endap Boscu mendekati rumah tersebut. Kemudian, dia mengangkat brambang di karung. “Lumayan kalau banyak bisa dijual,” ujar Boscu.
Melihat aksi Boscu, Mbak Sri tidak berani melarang. Dia hanya mengikuti perintah Boscu. Brambang ditaruh di sepeda motor. Beruntung, aksi Boscu dipergoki tetangga korban. Karena panik, Boscu langsung meminta Mbak Sri segera naik. Ngenggg......
Sepeda motor matik melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, tetangga korban tidak mau Boscu dan Mbak Sri lolos. Dia mengejar Boscu dengan mengendarai sepeda motor. Saat dekat. Motor Boscu ditabrak dari belakang. Boscu dan Mbak Sri terjatuh. Beruntung, Boscu dan Mbak Sri tidak diamuk massa. Karena warga merasa kasihan dan saat ini Bulan Suci Ramadan. Akhirnya, tujuan Boscu untuk jalan-jalan di Kota Angin bersama Mbak Sri berakhir di Hotel Prodeo Polres Nganjuk. (wib/tyo)
Editor : adi nugroho