Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nodanya Setitik, Ngamuknya Sebelanga

adi nugroho • Jumat, 1 April 2022 | 16:20 WIB
nodanya-setitik-ngamuknya-sebelanga
nodanya-setitik-ngamuknya-sebelanga


Pernah dengar peribahasa akibat nila setitik, rusak susu sebelanga? Nah, peribahasa itu mirip-mirip dengan yang menimpa Sudrun kita kali ini. Tapi, yang mengenainya bukan nila atau racun, melainkan noda kecil di lehernya. Peh, apa maneh iku?


Critane, Sudrun yang warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, diajak sohib-sohibnya ber-happy ria melepas malam panjang. Tempatnya, di salah satu rumah karaoke. Jenenge wong karaokean, ora lengkap yen raono pemandu lagu alias purelnya. Maka, di-booking-lah dua purel cantik nan aduhai. Menemani Sudrun dkk berdendang sepanjang malam.


Dasar Sudrun mata keranjang, meskipun sudah punya buntut alias istri di rumah, pandangannya  masih jelalatan. Bola matanya langsung melebar melihat Minthul, salah seorang purel yang aduhai, yang menjadi teman mereka malam itu. Ibarat tumbu oleh tutup, ternyata Minthul juga kesengsem dengan suara serak-serak sedikit teles yang dimiliki Sudrun.


Maka, klop sudah. Kedua sejoli bukan mahram ini pun langsung terlibat dalam adegan intim dan mesra. Yang sebagian, tentu saja tak lolos sensor. Adegan-adegan bak sepasang merpati, eh, kekasih pun mereka peragakan.


Hingga, jam sewa room karaoke pun habislah. Tiga sahabat itu akhirnya berkemas hendak pulang. Sudrun pun meninggalkan Minthul yang masih sempat meninggalkan tanda sayang dari bibir menornya.


Sampai di rumah, Sudrun yang kelelahan karena berkaraoke sepanjang malam langsung rebah di samping Mbok Ndewor, istrinya. Tanpa sempat lagi mandi atau membersihkan diri. Dia langsung tidur pulas berhias mimpi kembali ditemani si Minthul.


Nah, masalah baru muncul ketika fajar menyingsing. Mbok Ndewor yang terjaga lebih dulu langsung memandang curiga ke suaminya. Pandangannya tajam menatap leher sang suami. Sebab, di leher itu masih tersisa noda merah bekas ‘gigitan’ ganas si Minthul.


“Ayo, ambek sapa kowe maubengi?” teriak Mbok Ndewor marah-marah.


Sudrun langsung gelagapan. Dengan kesadarannya yang belum seratus persen, dia menjawab sekenanya. Bahwa tadi malam dia melekan bersama teman-temannya.


“Lha iku, ada tanda merah bekas seperti digigit orang? Jangan bohong!” sergah Mbok Ndewor masih dengan amarah yang memuncak.


Bak disambar petir, Sudrun langsung nyut-nyut endase. Secepat kilat berusaha mencari alasan agar ulahnya tertutupi.


“Ooo, iki ta Yang? Iki ngono bekase dicokot nyamuk,” dalih Sudrun dengan suara ditenang-tenangkan.


Mbok Ndewor tetap saja tak percaya begitu saja. Apalagi dia hapal dengan model luka seperti itu. Toh, dia juga sering melakukannya, he he he.


“Apa ada bekas gigitan nyamuk selebar itu,” kejarnya yang membuat Sudrun kian gelagapan.


Dasar lelaki berakal licik, masih saja bisa berkilah. Sudrun ternyata masih punya alasan. “Awale sih cilik Yang, trus tak kukur. Akhire amba seperti ini,” Sudrun kian dalam berbohongnya.


Percayakah Mbok Ndewor dengan semua dalih suaminya? Mesti wae ora percaya. Namun, dia sudah tak ingin berdebat. Yang dilakukan oleh Mbok Ndewor selanjutnya adalah cara khas para istri, mogok omong!


Peh, bagi Sudrun, seribu marah masih lebih kepenak tinimbang didiamkan seperti itu. Apalagi, silent stampa sang istri sangat awet. Berlangsung hingga berminggu-minggu. Padahal, sehari-hari Mbok Ndewor adalah wanita yang cerewet.


Akhirnya, Sudrun pun mengaku. Bahwa noda merah itu bekas dikecup Minthul. Tapi, dia berkali-kali menegaskan bahwa kejadiannya sebatas itu. Tak sampai melakukan adegan yang sangat panas.


Mendapat penjelasan seperti itu, Mbok Ndewor bergeming. Dia tetap mendiamkan sang suami. Bahkan, diam-diam dia mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Dan itu baru diketahui Sudrun ketika tiba-tiba dia mendapat surat panggilan dari pengadilan.


“Bojoku diam-diam pulang ke rumah orang tuanya pas tak tinggal kerja. Trus, mara-mara ada undangan ini dari pengadilan agama,” keluh Sudrun sambil memegang surat panggilan itu. (ica/fud)

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #pasutri #kediri #info kediri #karaoke #info terkini #berita kediri #suami istri #peh