Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Meradang Tak Lagi Dapat Jatah Ranjang

adi nugroho • Senin, 28 Maret 2022 | 18:21 WIB
meradang-tak-lagi-dapat-jatah-ranjang
meradang-tak-lagi-dapat-jatah-ranjang


          Urusan ranjang sering kali bikin runyam. Hal itu pula yang menjadi pangkal keributan Mbok Ndewor dan Sudrun. Pasangan suami istri asal Kecamatan Purwoasri ini memutuskan berpisah karena sering kali bertengkar urusan nafkah lahir dan batin tidak lancar. Sudrun yang memiliki keluarga di Kediri lebih suka ranjang perempuan Bali.


          Awalnya, keluarga Mbok Ndewor dan Sudrun adem ayem saja. Sudrun yang bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan di Kediri memiliki penghasilan yang cukup. Tidak hanya untuk biaya kehidupan sehari-hari, biaya sekolah anak dan kebutuhan lainnya juga terpenuhi.


          Selain nafkah lahir, nafkah batin Mbok Ndewor juga tidak ada masalah. “Dia termasuk libido tinggi. Urusan ranjang tidak ada masalah,” kata perempuan berusia 38 tahun itu saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri.


          Kecurigaan Mbok Ndewor muncul beberapa bulan kemudian. Tepatnya saat badai pandemi Covid-19 ikut menghantam keluarganya. Sudrun menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan mengalami kesulitan.


          Meski sempat mendapat pesangon dalam jumlah yang cukup, belakangan dia kelabakan juga. Beberapa kali melamar pekerjaan di Kediri, keberuntungan belum berpihak kepadanya. “Agar asap dapur tetap ngebul, akhirnya bekerja ke Bali,” lanjut Mbok Ndewor.


          Meski berat, ibu dua anak itu terpaksa mengizinkan suaminya bekerja ke luar pulau. Awalnya tidak ada masalah dengan pekerjaan baru suaminya. Sudrun pulang tiap dua bulan sekali.


          Selain memberikan jatah uang bulanan, momen itu juga jadi tempat untuk melepas kangen dengan Mbok Ndewor dan anaknya. Meski tidak lagi serutin sebelumnya, urusan ranjang relatif tidak terhambat.


          Belakangan Mbok Ndewor mulai curiga. Bukan hanya jatah uang bulanan dari Sudrun yang berkurang, intensitas kepulangannya juga berkurang. Jika sebelumnya pulang setiap dua bulan sekali, kini dia pulang empat bulan sekali.


          Yang membuat Mbok Ndewor semakin marah, saat pulang ke rumah Sudrun tidak lagi meminta jatah ranjang. Melainkan, memilih tidur di kamar. “Sudah empat bulan tidak ketemu kok adem-adem saja. Saya langsung curiga,” bebernya.


          Apalagi, sebelumnya Mbok Ndewor mendapat kabar jika Sudrun memiliki kekasih di Bali. Meski awalnya tak mau percaya begitu saja, dia menjadi semakin curiga setelah melihat sikap dingin Sudrun.


          Rasa penasarannya tidak bisa lagi terbendung. Mbok Ndewor pun lantas mengecek ponsel Sudrun. Setelah membuka ponsel yang tiap hari disanding suaminya itu, Mbok Ndewor mendapati fakta yang membuat hati perih. Suaminya kedapatan chat dan foto mesra dengan perempuan lain. Peh!


          Mendapati bukti Sudrun selingkuh, Mbok Ndewor tidak bisa lagi membendung kemarahannya. Mereka sering terlibat pertengkaran secara langsung maupun lewat ponsel. Puncaknya, Mbok Ndewor memilih mengakhiri rumah tangga yang sudah dibina selama sepuluh tahun terakhir itu. Meski memaafkan kesalahan orang dijanjikan mendapat pahala besar, agaknya Mbok Ndewor sudah menutup rapat opsi itu. (ica/ut)


 


Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #budaya #jalan dhoho #kediri #info kediri #kebudayaan #info terkini #berita kediri