GURAH, JP Radar Kediri– Isu penculikan anak Desa Besuk, Kecamatan Gurah yang beredar di media sosial (medsos) Facebook tidak benar. Bocah bernama Akio Kendis Suntoro, 3, itu ternyata sembunyi tanpa sepengetahuan
Eni Aini Tis Ati, 35, ibunya, dan Isrokatun, neneknya.
“Kasus penculikan yang tersebar di medsos ini hoax,” ujar Kasihumas Polres Kediri Ipda Afendi Suhud kemarin.
Meski begitu, ia menyatakan, polsek menindaklanjuti dengan penyelidikan. Anggotanya meminta keterangan kepala desa, perangkat desa, kaur kesra, RW serta RT. “Saat ini anak tersebut sudah bersama ibunya di Dusun Cangkringrejo, Desa Sumbercangkring, Gurah,” ungkapnya.
Kejadian barawal ketika Eni mengajak Akio mengunjungi rumah orang tuanya sekitar pukul 17.00 di Dusun Baran, Desa Besuk, Gurah, Selasa (1/3). Waktu itu, Eni cekcok dengan Isrokatun, ibunya. Pemicunya, karena Akio menolak saat disuruh mandi. Eni sempat teriak hingga Akio takut dan sembunyi.
Tak menemukan anaknya, Eni dan Isrokatun pun kebingungan mencari. Mereka curiga Akio dibawa mobil bercat merah yang sebelumnya parkir di samping rumah Isrokatun. “Ketika mobil itu meninggalkan lokasi, Eni mengira anaknya dibawa,” ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Kepung ini.
Belakangan diketahui, mobil itu milik tamu dari tetangga Isrokatun bernama Suyoto. Menurut Afendi, Eni sempat mengejar dan menghentikan mobil itu, Namun anaknya tidak ada. “Saat tengah malam, tiba-tiba Akio terbangun dan keluar dari kamar bagian depan. Dia sembunyi sendiri tanpa sepengetahuan ibu maupun neneknya," paparnya.
Afendi mengimbau masyarakat menggunakan medsos dengan bijak. Selain itu, mengklarifikasi atau mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum meyakini suatu informasi. “Semoga kejadian ini ke depannya tidak ada lagi. Masyarakat harus tetap waspada dan perlu hati-hati, tapi tidak boleh berlebihan,” pungkasnya. (ara/ndr)
Editor : adi nugroho