Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerai gara-gara Gamis dan Kumis

adi nugroho • Selasa, 25 Januari 2022 | 16:35 WIB
cerai-gara-gara-gamis-dan-kumis
cerai-gara-gara-gamis-dan-kumis


Sudrun sejatinya adalah lelaki tulen. Punya istri yang cantik. Juga sudah punya ‘buntut’ satu orang anak. Cowok, ganteng, dan sudah duduk di kelas 3 sekolah dasar.


Pria 43 tahun yang tinggal di Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri ini juga sudah punya pekerjaan untuk menghidupi  keluarganya. Bekerja di perusahaan jasa ekspedisi. Sebagai pengantar paketan.


Penampilannya juga gagah. Lengkap dengan brengos lebat di antara hidung dan bibirnya. Menambah kesan ganteng. Yang membuat Mbok Ndewor kepincut. Hingga bersedia dinikahi. Dan bersedia pula bunting janin hasil persemaian Sudrun. Kemudian melahirkan sang buah hati itu.


Tapi, itu dulu. Setidaknya sebelum Sudrun bergabung dengan satu kelompok kajian keagamaan. Setelah itu, sikap dan tabiat Sudrun mulai berbelok. Setidaknya menurut Mbok Ndewor.


“Dia jadi seneng nggawe gamis,” sebut Mbok Ndewor.


Ketika diprotes sang istri, Sudrun punya dalih. Menurutnya gaya berpakaian itu mengikuti anjuran di kelompoknya.


“Toh, gamis padha ambek jubah. Isa digawe wong lanang,” jawab Sudrun ketika ditanya.


Mbok Ndewor merasa tak puas dengan jawaban sang suami. Apalagi, di matanya, Sudrun tampak aneh bila mengenakan gamis. “Jadi menakutkan. Kaya wedok tapi kok brengosen,” keluhnya sambil menutup mulut, menahan tawa bercampul kesal melihat penampilan Sudrun.


Melihat gaya berbusana suaminya saja sudah bikin pegel Mbok Ndewor. Masih ditambah lagi, Sudrun ternyata rela metu dari pekerjaannya. Alasannya, agar konsentrasi mengikuti kegiatan kelompoknya kian fokus. Setiap malam minggu Sudrun memang rutin ikut kegiatan. Berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.


Sebagai ganti mencari penghasilan, Sudrun banting setir berjualan online. Dia dodolan busana yang diambil dari kelompoknya itu.


Lek mung sebatas iku, mungkin Mbok Ndewor masih bisa ngempet amarah. Sebab, wanita asli Jombang ini sakjane bungah. Sejak ikut komunitas kajian tersebut, suaminya jadi alim. Tak pernah neka-neka maneh. Tapi, yang membuat dia sebal adalah hobi suaminya yang jadi suka membeli gamis berharga mahal.


Bahkan, uang hasil dodolan baju dan perhiasan online tak berwujud. Dibelikan gamis lagi. Kemudian dipakai di kamar dan saat pertemuan kelompoknya.


 


“Iku jenenge wis kenemenen. Lek mung nggawe gamis ya gak apa-apa. Tapi saiki gayane beda. Sok kemayu,” keluh Mbok Ndewor.


Tak ingin dia tambah pusing karena melihat sikap suaminya yang dianggap kebablasan, Mbok Ndewor pun minta cerai. Berkas gugatannya langsung dimasukkan ke pengadilan agama. Saat ini, proses perpisahan itu tengah berlangsung.


Lalu, bagaimana dengan Sudrun? Dia menolak semua tudingan istrinya. Apalagi soal gamis. “Saya beli hanya untuk coba pantes apa gak. Setelah itu saya jual kembali,” akunya.


Sedang yang masalah kelompoknya memberlakukan pakai gamis, itu hanya bila melakukan pertemuan kelompok. Tujuannya agar lebih khusuk dalam berdoa. “Kalau di jalan ya enggak pakai gamislah, malu,” pungkasnya. (ica/fud)

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #pasutri #hukum #kediri #info kediri #mbok ndewor #cerai #info terkini #sudrun #berita kediri #suami istri #peh