Cinta Sudrun pada Mbok Ndewor, mungkin, sangat dalam. Sampai-sampai, kakak kandungnya dicemburui. Padahal, sang kakak hanya membonceng adik iparnya itu. Tujuannya ke rumah sakit pula, peh, kok ya nemen to…to.
Drama ini tersaji di keluarga yang tinggal di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Sudrun, yang seorang notaris muda, sangat protektif pada istrinya. Apapun yang dilakukan sang istri harus seizinnya. Bila tidak, iso blaen. Tak hanya mendamprat sang istri, bogem mentah pun bisa turun tangan. Bahkan, Mbok Ndewor pernah diusir dari rumah gara-gara melakukan sesuatu tanpa izinnya.
Puncaknya, mungkin ini yang kebangeten, terjadi ketika Mbok Ndewor merasakan sakit di perutnya. Terasa seperti ngencengi. Kebetulan, saat itu dia berada di rumah mertuanya.
Sang kakak ipar, yang melihat Mbok Ndewor kesakitan langsung mengambil sikap. Dia kemudian membawa wanita hamil ini ke rumah sakit. Dibonceng sepeda motor.
Nah, waktu diantar ke rumah sakit itu, Sudrun ngonangi. Dia pun merasa cemburu. Boleh disebut cemburu buta. Lha masak mase dewe dicemburui?
“Lha waktu itu perut terasa mules dan kenceng. Akhirnya saya diantar kakak ipar ke RSKK. Dia ditelepon juga tidak bisa,” dalih Mita mengapa dia tak izin dulu pada suaminya.
Apapun alasan Mbok Ndewor, Sudrun tak bisa menerima. Dia sudah mata gelap. Mbok Ndewor pun memilih diam ketika didamprat suaminya.
Sebaliknya, Sudrun kian kalap. Meskipun di rumah sakit dia terus marah-marah. Kakaknya pun jadi sasaran. Kedua saudara kandung inipun hampir adu jotos di tempat umum itu. Sudrun menuding sang kakak cari kesempatan mendekati istrinya.
“Mau tinju-tinjuan di rumah sakit, ibu mertua nangis jerit-jerit,” cerita Mbok Ndewor.
Keesokan harinya, Sudrun mengajukan talak di PA Kabupaten Kediri. Namun, ditolak karena istrinya tengah hamil. Sejak saat itu Sudrun tak pernah lagi pulang.
Mbok Ndewor kian sakit hati karena Sudrun tidak mau mengakui anaknya. Juga tak mau menunggui proses persalinan. Menuding bayi itu hasil hubungan gelap dengan kakaknya.
“Sebenarnya yang marah itu ya aku, tapi malah kebalik. Aku dituding enggak-enggak sama suami. Aku dicerai,” ujar wanita yang melahirkan buah hatinya empat bulan lalu ini.
Sudrun tidak banyak berkata-kata. Dia hanya mengatakan mengaku kalau sudah tidak percaya istrinya karena dibonceng pria lain. “Dari awal dia sudah tahu saya cemburuan. Harusnya jaga sikap. Lha kok nyosor aja sama orang laki,” gerutu Sudrun sambil pergi meninggalkan ruang sidang. (ica/fud)
Editor : adi nugroho