PAGU, JP Radar Kediri– Robohnya panggung hiburan musik di Wisata Sumbertowo, Desa Menang, Kecamatan Pagu telah ditangani polisi. Bahkan, usai kejadian pada Minggu malam lalu (2/1), Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo langsung turun tangan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi di lapangan ternyata menyebut kejadian yang viral di media sosial (medsos) tersebut tidak memiliki izin. "Saya baru mendapatkan laporan terkait kejadian itu sekitar pukul 10.00,” jelas Agung.
Menerima laporan ini, setelah memimpin kenaikan jabatan anggotanya, perwira Polri berpangkat melati dua ini langsung melihat ke lokasi kejadian. Kedatanganya ke area wisata Sumbertowo untuk melihat secara langsung lokasi yang menjadi tempat pertunjukan dengan sound system besar yang digelar tanpa izin.
Dari pengamatan koran ini, kemarin, di sekitar kolam sumber sudah bersih. Tidak ada bekas insiden panggung ambruk akibat konser malam harinya. Dari video medsos yang beredar, konser musik berlangsung di atas kolam. Diduga karena tidak kuat menahan beban penonton yang banyak, panggung itu ambruk.
Akibatnya, penonton tercebur ke kolam dengan kedalaman satu meter. “Jadi kejadian ambruknya panggung tersebut memang benar, sebuah tontonan dengan mendatangkan sound system yang besar dan berada di atas kolam sumber air," ulas Agung.
Dengan kejadian tersebut, kapolres mengatakan, akan melakukan pemeriksaan pada semua orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mulai dari panitia yang menyelenggarakan dan beberapa saksi lain, seperti kepala dusun hingga pengurus RT/RW.
Selain itu, lanjut Agung, dirinya juga menurunkan tim internal untuk memeriksa Polsek Pagu karena tidak mengetahui kejadian tersebut. Apalagi situasi masih pandemi Covid-19 yang seharusnya mengutamakan menjaga kesehatan masyarakat dahulu. Sehingga kegiatan musik tersebut seharusnya tidak boleh terjadi.
“Seharusnya ini tidak terjadi dan buat pembelajaran masyarakat lain kalau ada kegiatan ini harus ada izinnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pagu AKP Bambang Suprijanto mengungkapkan, kegiatan tersebut seperti cek sound system maupun miniatur yang menggunakan pengeras suara. Dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mempunyai izin keramaian.
"Robohnya panggung itu karena banyaknya muatan penonton. Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian itu," pungkasnya.
Dengan viralnya video panggung ambruk di media sosial, membuat masyarakat sekitar mendatangi TKP. Salah satunya adalah Aris, 24. Meskipun tinggal di Menang, ia mengaku, malam ketika kejadian tidak datang ke lokasi. “Katanya buat nonton ini kemarin bayar Rp 25 ribu,” ungkap Aris yang melihat lokasi bersama teman-temannya.
Meski tidak ada di lokasi ketika kejadian, Aris menunjukkan lokasi panggung didirikan. Di mana panggung tersebut memang berada di atas kolam sumber. (ara/ndr)
Editor : adi nugroho