KOTA, JP Radar Kediri- Warga di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto dikejutkan insiden pohon tumbang kemarin. Pohon flamboyant yang tingginya hampir tujuh meter roboh tersapu angin kencang. Akibatnya, dua rumah penduduk yang berada di dekatnya jadi korban. Rusak tertimpa batang yang ambruk.
Menurut warga di sekitar lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi siang sebelum turun hujan, kira-kira pukul 14.00. Saat itu angin kencang menyapu dari arah utara. Kencangnya laju angin membuat atap bangunan, terutama kios dan gerobak yang ada di Pasar Mrican, menimbulkan suara berderak-derak.
Para pemilik kios segera mencari tempat berlindung. Sebab, angin terlihat kian menjadi. Benar saja, sesaat kemudian pohon flamboyant yang ada di depan pasar ambruk. Menimpa rumah milik Abdurrahman, 47, dan Heri, 44. Atap rumah Heri yang tersusun dari asbes langsung pecah berantakan. Sedangkan rumah Abdurrahman rusak bagian atasnya.
“Saat pohon roboh tidak ada orang di bawahnya,” terang Isnaini, 21, warga setempat. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Penghuni dua rumah juga selamat.
Faktor kencangnya angina dan kondisi batang pohon menjadi sebab kejadian itu. “Anginnya kencang (sementara) pohonnya sudah lapuk,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indun Munawaroh.
Anggota BPBD segera datang ke lokasi setelah mendapat laporan warga. Mereka kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Kebersihan (DLHKP). Hasilnya, pohon yang tumbang langsung dipangkas.
Pemotongan dahan pohon yang tumbang itu membutuhkan perlengkapan mobil khusus. Mobil itu memakan badan jalan. Yang mengakibatkan kemacetan.
Karena pemangkasan pohon tumbang itu membutuhkan waktu yang lama maka akses jalan yang menghubungkan Kediri-Nganjuk ini menjadi macet. Pantauan koran ini kemacetan terjadi lebih dari satu jam. Kemacetan terjadi dua arah. Yang dari arah utara kemacetan terjadi mulai lampu merah hingga Pasar Mrican. Sedangkan yang dari arah sebaliknya, mobil terpaksa bergerak perlahan mulai Pasar Mrican hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Ngampel. Panjang kemacetan kendaraan yang melintas dari Kediri menuju Nganjuk, dan sebaliknya, hampir dua kilometer. (rq/fud)
Editor : adi nugroho