MOJOROTO, JP Radar Kediri– Warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto menemukan mayat tanpa identitas di lahan tebu di area Brigif 16 WiraYudha. Kondisinya tinggal kerangka tulang.
“Itu ditemukan oleh warga yang menebang tebu sekitar pukul 12.00,” ujar Kapolsek Mojoroto Kompol Gatot Setyo Budi kemarin.
Adalah Sukardi, 48, dan Sunoto, 50, keduanya warga Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan yang kali pertama menemukannya. Saat itu mereka berteduh di bawah pohon mangga mencium bau bangkai. Setelah ditelusuri ternyata ada tulang manusia membusuk tanpa pakaian. "Dugaan sementara jenazah ini ODGJ (orang dengan gangguan jiwa)," ujar Gatot.
Kejadian itu dilaporkan pada Sertu Teguh, anggota Brigif. Menurut Gatot, ODGJ itu sering diketahui di area Brigif. Terakhir, Teguh bertemu satu bulan lalu ketika salat Magrib di musala. "Dari keterangan Sertu Teguh usia yang bersangkutan sekitar 25-30 tahun," imbuhnya.
Meski begitu, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah jenazah tersebut sama dengan ODGJ yang sebelumnya ditemui warga. Selain itu, kondisi tulang korban juga tidak bisa dikenali wajahnya.
Dari hasil olah TKP, lanjut Gatot, dilihat dari posisi tangan korban yang menggenggam patahan dahan pohon mangga, diduga jatuh dari pohon. Ini terbukti dari patahan dahan yang cocok dengan yang digenggam korban. Hingga kemarin kerangka berada di RS Bhayangkara untuk otopsi. (ica/ndr)
Editor : adi nugroho