Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tabrakan Dua Truk Raksasa di Papar, Satu Tewas di Tempat

adi nugroho • Senin, 11 Oktober 2021 | 17:01 WIB
tabrakan-dua-truk-raksasa-di-papar-satu-tewas-di-tempat
tabrakan-dua-truk-raksasa-di-papar-satu-tewas-di-tempat

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Proses pengangkatan dan pemindahan bangkai dua truk yang bertabrakan di jalur Kediri-Kertosono berlangsung sangat lama. Hingga pukul 19.00 tadi malam prosesnya belum selesai. Padahal proses itu sudah berlangsung sejak pukul 13.00!


Praktis, kondisi itu membuat arus lalu lintas di jalur padat tersebut menjadi tersendat. Polisi pun harus menerapkan system buka tutup agar tidak terjadi  kemacetan.


“Untuk bagian gandengan truk, tadi baru berhasil diangkat sekitar pukul 17.00,” terang Kepala Unit Laka Satlantas Polres Kediri Ipda Aris Wigiarto, yang dihubungi melalui telepon tadi malam.


Dua bangkai truk besar yang tergeletak di jalanan yang masuk wilayah Dusun Gropyok, Desa Tanon, Kecamatan Papar ini adalah kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan pada pagi dini hari kemarin, sekitar pukul 03.45 WIB. Laka itu juga menyebabkan Sugianto, 60, meninggal dunia. Dia adalah sopir truk bermuatan pakan ayam.


Awalnya, berdasarkan data yang dihimpun koran ini, Sugianto mengendarai truk gandeng bernopol AG 8099 PH. Ketika sampai di lokasi kecelakaan truk Hino warna hijau itu pecah ban belakang.  Warga Sukorejo, Blitar ini kemudian berhenti dan mencoba mengganti bannya.


Sebenarnya, menurut saksi mata, Sugianto sudah menyalakan lampu hazard. Sialnya, nyala kelap-kelip lampu hazard itu tak dilihat oleh Abdul Rohman, 41. Sopir truk trailer asal Desa Mancilan, Mojoagung, Kabupaten Jombang ini tak melihat ada truk berhenti yang sedang ngeban. Tabrakan hebat pun terjadi.


Rohman menabrak truk yang berhenti itu dari belakang. Membuat truk bermuatan 700 karung pakan ayam itu terdorong dan masuk sungai. Sementara, tubuh Sugianto terlindas roda trailer bernopol L 9520 US itu.


“Tubuh korban masih di aspal, di bawah roda bagian depan,” terang Ipda Aris.


Bila Sugianto meninggal seketika di TKP, Rohman mengalami luka-luka. Dia terjebak di kursi. Bodi depan truknya pesok menjepit dirinya. Sopir ini menderita luka pada kaki dan tangan. Setelah berhasil dievakuasi dia kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) di Pare.


Kecelakaan itu membuat arus lalu lintas menjadi tersendat. Polisi pun memberlakukan sistem buka tutup. Kemudian, proses pengangkatan badan truk mulai berlangsung pukul 13.00. Sebelum bangkai truk diangkat, beberapa pekerja memindah ratusan karung pakan ayam yang berserakan.


 


 


Yanti, seorang warga sekitar lokasi, menceritakan bahwa benturan akibat kecelakaan itu mengakibatkan suara yang sangat keras. Sampai-sampai dia terbangun dari tidurnya.


“Ketika saya sedang tidur, sekitar pukul 03.00 WIB terdengar suara ban kendaraan pecah,” terang perempuan berusia 36 tahun ini. Selang sekitar 15 menit kemudian disusul dengan suara benturan yang lebih keras.


Yanti mengaku tidak berani keluar rumah saat itu. Baru sekitar pukul 04.00 WIB, akhirnya ia keluar rumah dan melihat kondisi jalan depan rumahnya yang sudah ramai orang. Dari teras rumahnya, terlihat dua kendaraan yang mengalami kerusakan parah.


Ibu dari dua anak ini mengatakan bahwa kejadian kecelakaan truk di daerah itu bukan pertama kalinya. Meski terpasang lampu penerang jalan, namun cahaya terlalu redup. “Kalau malam hari, kondisi jalan memang gelap,” terangnya. (ara/fud)


 

Editor : adi nugroho
#papar #kediri #polres kediri #truk