KOTA, JP Radar Kediri– Aliansi mahasiswa IAIN Kediri meminta pihak rektorat mendampingi keamanan maupun psikis mahasiswi penyintas. Itu setelah mereka berdemonstrasi (27/8) terkait oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual.
"Kami menuntut keadilan bagi korban dengan pendampingan psikis. Karena seharusnya kampus harus menciptakan ruang aman,” kata Koordinator Aliansi Mahasiswa IAIN Kediri Kholifah Putri ketika dikonfirmasi koran ini.
Hingga kemarin, pihaknya masih menunggu tindakan dan kejelasan dari kampus. Kholifah berharap, rektorat bertindak tegas. Aliansi mahasiswa memberikan waktu satu minggu. "Kalau ini nanti tidak ada perkembangan kasusnya, kami akan menggelar aksi lebih besar," paparnya.
Sayang, pihak kampus belum merespons ketika dikonfirmasi. Namun, sebelumnya pihak rektorat telah memberikan sanksi terhadap oknum dosen tersebut. Seperti diketahui, dugaan pelecehan seksual itu menimpa mahasiswi saat bimbingan skripsi.
Setelah ada laporan, sang dosen yang juga merupakan ketua program studi (kaprodi) telah dijatuhi sanksi oleh rektorat. Sanksi pertama, penurunan jabatan pada pelaku. Kedua, pelaku tidak akan mendapat kenaikan pangkat selama waktu dua tahun. Sanksi ketiga, sang dosen tidak boleh melakukan bimbingan skripsi kepada mahasiswa IAIN selama dua semester. Namun aliansi mahasiswa merasa sanksi yang diberikan belum cukup memberikan efek jera. (ica/ndr)
Editor : adi nugroho