Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Belum Move On, Warga Plosoklaten Banting HP Mantan Istri

adi nugroho • Jumat, 2 Juli 2021 | 00:47 WIB
belum-move-on-warga-plosoklaten-banting-hp-mantan-istri
belum-move-on-warga-plosoklaten-banting-hp-mantan-istri

Ini mungkin, yang disebut seseorang belum bisa move on dari masa lalunya. Seperti sikap yang ditunjukkan Yeni, 40. Pria asal Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten ini seperti belum rela meninggalkan kehidupannya bersama Ima, 36, mantan istrinya.  Sampai-sampai dia marah-marah dan membanting handphone milik wanita yang pernah ‘berjanji sehidup-semati’ itu.


Tentu saja, akibat tak bisa move on itu Yeni harus berurusan dengan polisi. Meskipun polisi belum bisa mengorek alasannya berbuat kasar pada mantan istri, Yeni tetap harus diproses hukum. Dia pun menginap di hotel prodeo. Hotel gratisan yang disediakan aparat penegak hukum bagi para pelaku kejahatan.


Kisah ini berawal Senin (29/6). Siang itu, Ima baru pulang dari bepergian ke Blitar. Merasa capek wanita ini segera masuk rumah dan berniat beristirahat.


Belum sempat dia mewujudkan keinginannya, tiba-tiba lelaki yang pernah mengisi hidupnya datang. Tanpa bicara sepatah kata, Yeni menarik Ima ke luar rumah.


Wanita ini tentu saja kebingungan. Bahkan, sempat dilanda kepanikan. Sampai-sampai dia berteriak kencang saat tangannya ditarik ke luar rumah.  


Merasa tak nyaman, Ima mencoba melepas genggaman tangan Yeni di lengannya. Setelah berupaya keras dia berhasil melepaskan diri.


Melihat sang mantan istri lepas dari pegangannya, Yeni berusaha meraih kembali. Namun yang tertangkap bukan tangan sang mantan pujaan hatinya itu. Melainkan tas cangklong warna krem milik Ima. Tas itu belum sempat ditaruh oleh Ima karena dia memang baru masuk rumah saat sang suami menerobos masuk.


Setelah memegang tas ima, Yeni masih belum puas. Dia berusaha menarik lagi mantan istrinya itu. Saling tarik-menarik pun terjadi. Hingga tali tas terputus dan Ima duduk terjatuh di depan warung yang ada di dekat rumahnya.


Seperti kerasukan, Yeni mengamuk. Dia kembali berusaha meraih tas kecil warna cokelat yang masih dicangklong korban di pundak. Tali tas itu juga ditarik-tarik hingga putus.


Tak cukup memutuskan tali tas, Yeni kemudian mengeluarkan handphone milik Ima yang ada di tas tersebut. Handphone bermerek Infinix itu dibantingnya ke lantai. Ima pun menjerit kaget. Namun jeritan itu semakin membuat Yeni beringas. Dia kembali memungut HP itu. Kemudian dibantingnya untuk kedua kali. Setelah itu dengan entengnya lelaki ini pergi meninggalkan Ima yang hanya bisa menangis.


Fisik Ima mungkin tak terluka. Namun, batinnya benar-benar tersayat mendapat perlakuan seperti itu. Dia pun melaporkan tindakan tidak menyenangkan dari mantan suaminya itu ke polisi.


Kemarin pagi (30/6) polisi pun mencokok Yeni. “Untuk motifnya, sekali lagi masih kami dalami. Pelaku masih belum menjelaskannya secara pasti. Namun karena cukup bukti dan saksi, pelaku (Yeni, Red) sudah kami tahan untuk sementara,” terang Kapolsek Plosoklaten Iptu Agus Sudarjanto. (syi/fud)


 

Editor : adi nugroho
#hukum #hp #suami #polisi #kriminal