GURAH, JP Radar Kediri – Hujan deras disertai angin kencang mengempas rumah Seniati, warga Desa Adan-adan, Kecamatan Gurah. Atap asbes kediamannya ‘terbang’ hingga tak bersisa. Akibatnya, bangunan milik perempuan 48 tahun itu bolong tanpa peneduh.
Untungnya, saat kejadian sekitar pukul 17.00, Selasa (22/6), itu tidak ada korban jiwa. Seniati lebih dahulu keluar rumahnya. “Saat itu ibu (Seniati, Red) di rumah sendirian. Ibu lagi teleponan dengan adik,” ujar Rizky Kristyowati, 27, anak Seniati, ketika ditemui koran ini kemarin.
Waktu kejadian, perempuan berambut sebahu itu mengaku, sedang tidak ada di rumah. Menurutnya, hujan turun sejak pukul 14.30. Sekitar pukul 17.00 tiba-tiba ada gemuruh dari arah atas rumah. Seniati keluar ke ruang tamu.
Melihat hujan deras dan angin kencang, dia panik. Lalu, bergegas keluar rumah. Saat itulah atap asbes terbang terbawa angin. “Ibu berlari ke rumah tetangga untuk menghindari kejatuhan asbes,” kata Rizky.
Setelah hujan reda sekitar pukul 17.30, warga membantu membersihkan material atap yang beterbangan. Petugas kepolisian ikut membantu. Kapolsek Gurah AKP Purnomo menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa dan forkopimcam untuk memberikan solusi sementara. “Hari ini (kemarin, Red) juga masih kami lanjutkan gotong-royong,” terangnya. Diperkirakan kerugian sekitar Rp 25 juta untuk perbaikan atap dan tembok. (syi/ndr)
Editor : adi nugroho