Dikira Jimat, Warga Campurejo Temukan Mortir Sisa Perang

adi nugroho • Dipublikasikan Jumat, 25 Juni 2021 | 01:27 WIB
dikira-jimat-warga-campurejo-temukan-mortir-sisa-perang
dikira-jimat-warga-campurejo-temukan-mortir-sisa-perang

KOTA, JP Radar Kediri – Warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto gempar kemarin pagi. Pemicunya, Rohmatullah, warga setempat menemukan mortir yang diduga masih aktif. Pria 60 tahun itu sempat mengira benda yang ditemukan di sebelah rumahnya itu adalah sebuah jimat peninggalan leluhur.


                Rohmatullah menemukan pertama kali saat menggali fondasi rumahnya sekitar pukul 10.00. Tapi, sebenarnya dia mengetahui benda berkarat itu sejak Rabu pekan lalu (16/6). Namun, dia belum mencurigai.


"Saya sedang menggali tanah untuk fondasi bangunan. Saat di kedalaman 60 sentimeter tiba-tiba seperti menyentuh besi. Saya kira awalnya jimat karena bentuknya kuning berkarat," ujarnya.


Mortil ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah. Penemuan itu semula diduga hanya besi bekas berkarat yang tertimbun tanah. Namun, Rahmatullah kemudian curiga karena ada sirip yang menyerupai peluru mortir. Selanjutnya, penemuan peluru dilaporkan kepada anggota Babinsa Koramil Mojoroto yang dilanjutkan ke Polsek Mojoroto. "Setelah diangkat kok ada selongsongnya. Kemudian ada ekornya mirip botol," tuturnya.


Setelah dilakukan pengecekan, ternyata besi berkarat yang ditemukan memang peluru mortir yang diduga masih aktif dan berbahaya.


Kapolsek Mojoroto Kompol Gatot Budi Susetyo mengatakan, kemungkinan benda dengan panjang 30 centimeter itu adalah mortir aktif sisa perang. "Temuan berada di pemukiman warga dan bukan berada di lingkungan latihan militer. Jadi kemungkinan merupakan sisa perang kemerdekaan atau waktu zaman penjajahan," terangnya.


Setelah itu, petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang police line dan berkoordinasi dengan Brimob. Untuk evakuasi peluru mortir menunggu kedatangan petugas penjinak bom (Jibom) dari Polda Jatim. Tiga jam setelah pengamanan TKP, tepatnya pukul 15.00 tim jibom datang dan langsung melakukan evakuasi mortil tersebut.


Tim Jibom Gegana Polda Jatim yang datang ke lokasi langsung melakukan pengecekan. Hasilnya, mortir yang ditemukan diketahui masih aktif. Karena mortir tersebut membahayakan, maka langkah selanjutnya adalah pemusnahan mortir dengan cara diledakkan.


Sebelum diledakkan, tim jibom memindahkan mortir itu ke daerah yang lebih jauh dari permukiman warga minimal radius 100 Meter. Mortir yang sudah dipindahkan ditanam di titik yang telah ditentukan lalu diledakkan dengan dinamit. “Mortir ini spesifikasinya cukup besar, sehingga oleh tim jibom diledakkan di tempat yang aman. Jauh dari pemukiman penduduk,” kata Gatot. (ica/baz)


 


 

Editor : adi nugroho
Campurejo mojoroto