Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Stalaktit Gua Macan Dirusak

adi nugroho • Kamis, 26 November 2020 | 19:15 WIB
stalaktit-gua-macan-dirusak
stalaktit-gua-macan-dirusak

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Rintisan objek wisata (OW) di wilayah bagian utara Kota Angin terus dikembangkan. Selain mempersiapkan kawasan taman nasional prasejarah, dinas pariwisata, pemuda, olahraga, dan kebudayaan (disparporabud) kini mulai membenahi OW Grojogan Putri Ayu di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso.


Tahun ini, disparporabud menggelontorkan dana sebesar Rp 135,18 juta untuk pemeliharaan dan penataan objek wisata tersebut. Meski sudah dianggarkan untuk penataan, sejauh ini belum ada tambahan sarana prasarana (sarpras) untuk lokasi wisata rintisan itu.


Alasan Kepala Disparporabud Fajar Judiono belum menyiapkan sarpras di sana karena tempatnya berada di kawasan hutan milik Perhutani. “Kami harus ada MoU (memorandum of understanding) dulu untuk pengembangan tahap selanjutnya,” katanya kepada JP Radar Nganjuk kemarin. 


Fajar mengklaim, ada beberapa objek wisata rintisan yang layak dikembangkan di utara kabupaten. Terutama untuk menunjang Bendungan Semantok. Selain Grojogan Putri Ayu, di Desa Sambikerep juga terdapat Gua Macan yang di dalamnya berisi stalaktit dan stalagmit.


Sayangnya, Gua Macan yang terletak di dalam hutan itu tidak terurus dengan baik. Sehingga isi stalagmit dan stalaktitnya banyak dirusak orang tak bertanggungjawab.


Ke depan, Fajar menyatakan, akan mengembangkan rintisan objek wisata ini dengan menggandeng pihak ketiga untuk mengelolanya. “Kalau ada investor yang ingin mengelola rintisan objek wisata ini akan lebih baik,” ucapnya.


Sayangnya, tahun depan belum ada pengajuan anggaran untuk pengembangan rintisan objek wisata itu. Fajar mengungkapkan, ketersediaan dananya untuk kegiatan pemeliharaan saja. Padahal, saat ini sarpras untuk rintisan objek wisata di utara Nganjuk masih sangat minim.


Ditambahkan Kasi Sejarah, Museum, dan Kepurbakalaan Disparporabud Amin Fuadi, jika rintisan OW ini dikembangkan maka yang ada tiga prioritas. Yakni, akses masuk ke lokasi, penataan lingkungan, dan tambahan sarpras. Seperti akses ke Goa Macan, jaraknya bisa sampai 1,2 kilometer (km).


Bagi Amin, tema wisata di kawasan utara Kota Angin yang paling potensial diangkat adalah tentang sejarah masa silam. Wilayah di bagian utara Kabupaten Nganjuk ini kaya akan peninggalan masa lalu, mulai dari prasejarah, megalitik, hingga masa klasik dan kolonial.


“Lokasinya membentang dari (Kecamatan) Rejoso, Ngluyu, Lengkong sampai ke Jatikalen. Empat kecamatan ini punya objek wisata yang berbeda-beda,” papar Amin. Di kawasan utara tersebut terbentang pula Gunung Kendeng yang dikenal sebagai pegunungan tua serta menyimpan banyak batu dan fosil hewan laut.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #sejarah #radar nganjuk