KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tak semua orang takut pada virus korona. Di antara yang seperti itu adalah para anak jalanan (anjal). Ketika masa pandemi Covid-19 berlangsung sejak awal tahun ini jumlah anjal yang berkeliaran tak surut. Sebaliknya, justru mengalami peningkatan.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri, selama pandemi ada sekitar 44 anjal. Data itu mereka peroleh berdasarkan hasil razia yang dilakukan sejak Maret hingga Oktober.
“Dulu, ketika awal korona tidak begitu banyak. Mungkin juga karena adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar, Red),” kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dyah Saktiana kemarin (3/11).
Jumlah anjal naik lagi secara signifikan ketika masa PSBB di beberapa daerah telah berakhir. Wanita yang biasa dipanggil Nana ini menyebut faktor new normal itu yang membuat anjal mulai berkeliaran lagi.
Khusus di Kabupaten Kediri, pihak pemkab terus melakukan razia terhadap keberadaan anjal itu. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran petugas satpol PP. Seperti di wilayah Kecamatan Pare, Badas, Papar, Kandangan, Banyakan, Gurah, Ringinrejo, Ngasem, Kandat, serta Plemahan.
“Apalagi kalau di sekitar perempatan Papar kami sering menemukan mereka mangkal di sana,” ungkapnya.
Nana menjelaskan, anjal yang terjaring tak hanya bersal dari daerah Kota maupun Kabupaten Kediri saja. Melainkan juga berasal dari luar Kediri. Di antaranya anjal asal Jombang, Nganjuk, Ngawi, Blitar, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Magetan, dan Tulungagung.
Setelah terjaring razia satpol PP para anjal itu akan langsung digiring ke kantor dinsos. Di tempat ini mereka didata dan dibina. “Setelah diberi pembinaan mereka kami pulangkan ke rumahnya masing-masing dan diserahkan ke orang tua,” ungkapnya.
Sementara itu, mengenai penyebab mereka terjerumus menjadi anjal, menurutnya, salah satunya karena faktor lingkungan. Mereka yang berteman dengan sekumpulan anjal akan mudah terpengaruh. Kemudian mengikuti jejak menjadi anjal.
Faktor kedua adalah keluarga. “Kebanyakan mereka yang jauh dari orang tua, seperti anak broken home, orang tuanya kerja jauh dari rumah. Jadi mereka akan kurang perhatian dari orang terdekatnya,” sambungnya. Dan rata-rata mereka masih duduk di bangku sekolah.
Mengenai razia anjal, pihak pemkab akan terus melakukan. Baik itu dilakukan oleh dinsos maupun satpol PP. Apalagi ketika masa pandemi seperti saat ini mereka rentan tertular Covid-19.
Selain itu anjal juga dikawatirkan melakukan tindakan kriminal. “Anjal ini kan rentan menggunakan narkoba dan miras. Jadi ke depannya akan lebih sering dilakukan razia lagi,” imbuhnya. (luk/fud)
Editor : adi nugroho