KABUPATEN, JP Radar Kediri- Suroso sudah hendak memejamkan mata. Kantuknya sudah sangat dalam menyerang. Anak dan istrinya juga sudah terlelap di kamarnya masing-masing.
Namun, kantuk lelaki warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar ini sontak lenyap. Berganti kekagetan mendengar suara benturan keras di rumahnya. Disusul tembok rumahnya bergetar keras. Seperti terkena gempa bumi.
“Pas itu (saya) baru saja akan tertidur. Tiba-tiba terdengar suara bruaakkk!! Habis itu rasanya (rumah) bergetar hebat,” terangnya menceritakan kejadian kecelakaan Selasa malam (2/9) itu.
Ya, rumah Suroso memang ikut terimbas kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 22.00 itu. Selain menewaskan dua orang pengendara motor, truk yang terlibat kecelakaan juga menabrak rumahnya. Menghancurkan teras serta hampir saja menerobos hingga ruang tamu.
Lokasi kecelakaan awal itu sebenarnya masuk Desa Bedali, Kecamatan Ngancar. Tetapi tepat di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar. Dua korban yang meninggal merupakan warga Desa Bedali.
Rumah Suroso berada di barat jalan. Dari tempat kejadian perkara (TKP) berjarak sekitar 20 meter. Bagian depannya hancur. Empat pilar penyangga atap teras roboh. Tembok yang membatasi teras dan ruang tamu juga ambrol sebagian.
Lelaki 57 tahun ini segera keluar kamar setelah terdengar suara benturan itu. Di terasnya sudah terlihat truk yang menerabas hingga separo ruang tamu. Asap mengepul keluar dari truk tersebut. “Seperti mau kebakaran,” ceritanya.
Dia kemudian mengalihkan pandangan ke jalanan. Suroso melihat sesosok tubuh tergeletak di tengah jalan, di antara gapura batas wilayah. Ketika didekati tubuh itu terlihat bersimbah darah. Orang-orang pun semakin banyak berkerumun.
Tak jauh dari tubuh itu juga ada sesosok tubuh lagi yang tergeletak. Kali ini dia melihat seorang perempuan. Juga dalam kondisi yang mengenaskan.
Menurutnya, truk tersebut kehilangan kendali setelah menabrak pengendara motor tersebut. Akibatnya berjalan ke pinggir hingga menabrak tiang lampu dan pohon mangga. Truk baru berhenti setelah menabrak rumah Suroso. “Itu tiang lampunya sampai keseret ke depan rumah saya. Pohon mangga juga ikut ditrabas,” paparnya.
Setelah kejadian itu, ia mengaku tak bisa tidur semalaman. Karena memikirkan kondisi rumahnya yang hancur. “Semalam keluarga saya gak tidur. Ya mau bagaimana truk juga baru diambil siang tadi,” ujarnya.
Kemarin siang Suroso terlihat membersihkan puing-puing tembok teras dan ruang tamu. Dibantu oleh anaknya. Bagian yang berlubang ditutupinya dengan papan kayu. “Sambil nunggu diperbaiki ditutup saja sementara dengan kayu biar gak kelihatan dalamnya,” paparnya.
Pemilik truk sudah menemui Suroso. Berjanji akan memberi ganti rugi kerusakan. “Iya nanti diganti oleh yang punya truk. Tapi tak tahu kapan mau diperbaiki. Ditunggu aja,” pungkasnya. (luk/fud)
Editor : adi nugroho