Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keluarga Korban Sayangkan Netizen Sebar Foto Kecelakaan

adi nugroho • Jumat, 28 Agustus 2020 | 03:46 WIB
keluarga-korban-sayangkan-netizen-sebar-foto-kecelakaan
keluarga-korban-sayangkan-netizen-sebar-foto-kecelakaan

KOTA, JP Radar Kediri- Suasana duka masih terlihat pada keluarga korban lain dalam laka maut Ngronggo itu. Yuliasih, 49, ibu korban Ahmad Dwi Saputro, tak menyangka anaknya pergi secepat itu. Apalagi dengan cara yang tragis.


Lebih menyesal lagi karena kepergian Ahmad malam itu karena menuruti perintahnya. Sebelum kejadian dia memang menyuruh anaknya untuk memberikan uang kekurangan pembelian nasi goreng di salah satu warung di ruas jalan tersebut.


Maish menurut Yuliasih, sebenarnya Ahmad agak enggan mengirimkan uang kekurangan itu. Dia sudah menawar perintah ibunya itu dengan mengatakan akan memberikannya keesokan hari.


“Saya sangat menyesal, kenapa saya malah menyuruh Ahmad untuk ke warung nasi lagi. Lalu, dia juga lewat jalan yang tidak biasa dilewatinya,” ucap Yuliasihdengan mata-mata yang berkaca.


Ahmad duduk di kelas 11 di salah satu SMK di Kota Kediri. Dia sangat hobi memodifikasi motor. Ahmad sering berdiskusi dengan sang ibu bila ingin membeli asesoris motor. Cita-citanya pun bisa touring dengan motor modifikasi itu.


Ahmad juga dikenal sangat dermawan dengan teman-temannya. Sering mengajak temannya menikmati akses wifi di rumahnya. Di antara teman-temannya itu yang paling dekat adalah Beryl, yang sama-sama meninggal dalam kecelakaan tersebut.


Cici, kakak kandung Ahmad, merasa kurang nyaman dengan sikap netizen yang menyudutkan sang adik. Di media sosial (medsos) netizen lebih banyak menyalahkan adiknya yang disangka ikut balapan liar.


“Adik saya itu tidak pernah ikut-ikutan balapan (liar). Ahmad tahu kalau balapan membawa petaka. Dia hanya hobi modifikasi,” tegas Cici.


Perempuan yang kesehariannya berdagang sayur itu menceritakan bila Ahmad hanya hobi modifikasi motor. Dan dia mendukung karena bagian dari praktik sekolahnya.


Cici juga sangat menyayangkan netizen yang menyebar foto-foto kecelakaan adiknya itu. Hal itu sangat melukai hati keluarganya.


Terkait tudingan Ahmad suka balapan liar itu juga dibantah oleh sang ibu. Yuliasih mengatakan memang anaknya suka memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi. Dan itu sudah berkali-kali dia peringatkan. Namun Ahmad beralasan bahwa itu hanya untuk mengetes kendaraan modifikasinya. Karena itu dia berharap agar masyarakat tidak terlalu menyudutkan anaknya yang sudah meninggal dunia.


Sementara itu, anggota Unit Laka Satlantas Polres Kediri Kota baru dapat mengungkapkan penyelidikan kronologis kecelakaan di Jalan Kapten Tendean pada Rabu pagi (24/8). Polisi melakukan proses penyelidikan di lokasi kejadian hingga pukul 13.00 WIB. Mereka kembali bertanya pada beberapa saksi. Juga melihat rekaman CCTV yang berada di dekat lokasi kejadian.


 “Sulit mas cari saksi yang berani bicara kronologis. Warga setempat cuma ngaku ketika korban sudah jatuh. Hingga yang dapat memberikan keterangan banyak itu Ikhsan penjaga petshop,” ujar anggota Unit Laka Aiptu Dannie yang ditemui kemarin (26/8).


Dannie menyelidiki di tiga CCTV yang berada di tiga toko berbeda. Dua CCTV milik apotek setempat mengarah jalan depannya. Sedangkan CCTV di toko baju hanya mengarah ke parkiran dan terhalang banner di depan toko.


Dengan bukti yang didapat akhirnya kepolisian dapat menyimpulkan bila kronologis kecelakaan berawal dari Ahmad Dwi Saputra, 17 dan Beryl Ardito Bachtiar, 16, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Blitar. Sedangkan Sumadi, 60, dan anak perempuannya bernama Susi Anjani, 19, diduga hendak berbelok ke arah Pasar Grosir untuk mengirim telur.


“Daerah Jalan Kapten Tendean masih black spot hingga kini. Tahun 2020 telah terjadi 12 kecelakaan, yang menewaskan 5 orang termasuk yang peristiwa Senin malam (24/8),” terang Dannie.


Pada tahun 2019 kecelakaan di Jalan Kapten Tendean lebih banyak dengan jumlah 15 kejadian. Dengan jumlah orang meninggal dunia sama dengan 2020. faktor tersebut yang membuat jalan itu masih menjadi black spot hingga saat ini.(jar/fud)

Editor : adi nugroho
#radarkediri #laka