Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Akhir Tragis ‘Legenda’ Kediri

adi nugroho • Rabu, 26 Agustus 2020 | 20:00 WIB
akhir-tragis-legenda-kediri
akhir-tragis-legenda-kediri

KOTA, JP Radar Kediri – Ikhsan berdiri di balik etalase petshop yang dijaganya. Malam itu (24/8) waktu sudah menunjukkan pukul 21.40. Dia sudah bersiap hendak menutup toko ketika suara keras seperti benturan dua benda terdengar.


“Saya dikagetkan dengan suara keras dari jalan raya,” terang pemuda 25 tahun itu.


Sontak pemuda itu keluar toko. Melihat apa yang terjadi. Tak dinyana, di depan matanya sudah tergeletak empat tubuh. Posisinya agak berjauhan. Salah satunya seorang perempuan yang kepalanya berdarah. Cairan merah itu membasahi aspal jalan di sekitar kepalanya.


Ikhsan masih melihat satu lagi korban yang tergeletak di aspal. Yang ini laki-laki posisinya di tengah Jalan Kapten Pierre Tendean, lokasi laka maut yang berlangsung Senin (24/8) malam itu. Posisinya mengenaskan. Dalam posisi tertelungkup seperti orang bersujud. Diam tak bergerak.


Sesaat kemudian mulai banyak warga di sekitar lokasi kejadian yang berdatangan. Kasak-kusuk pun muncul. Mereka mengenali dua di antara korban kecelakaan itu. Salah satunya adalah Sumadi. Sosok yang lebih dikenal dengan julukan Sumadi Kaset karena keterkenalannya sebagai penjual kaset.


“Tadi saya dengar dari omongan beberapa warga bila korban pertama yang dibawa ke rumah sakit itu Sumadi. Dia masih menunjukkan tanda menggerakkan tangannya,” jelas Ikhsan saat ditemui di lokasi kecelakaan malam itu.


Cerita Ikhsan itu merupakan sepenggal cerita laka maut yang terjadi di ruas jalan yang masuk wilayah Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota. Kecelakaan itu melibatkan dua motor yang semuanya berboncengan. Semua yang terlibat kecelakaan itu akhirnya meninggal dunia.


Mereka masing-masing adalah Sumadi dan anaknya, Susi Anjani, 19. Keduanya tercatat warga Lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Kota. Sedangkan yang menjadi lawannya adalah dua orang pemuda pengendara Honda Tiger tak berplat nomor. Keduanya masing-masing bernama Barley Ardito Bachtiar, 17 dan Ahmad Dwi Saputra, 16. Barley warga Perumnas Ngronggo. Sedangkan Ahmad beralamat di Jalan Mawar, Kelurahan Ngronggo.


Dalam kecelakaan itu hanya seorang yang meninggal di lokasi kejadian. Yaitu Susi Anjani. Tiga lainnya masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Karena itu polisi segera mengevakuasi ketiganya ke RS Gambiran, yang lokasinya paling dekat dengan tempat kejadian. Evakuasi itu membutuhkan dua ambulans.


Sayang, nyawa ketiganya tak tertolong. Sumadi meninggal pukul 23.00 WIB. Sedangkan dua korban lainnya menyusul mengembuskan napas terakhir setelah itu.


Kasiadi, 75, ayah Sumadi, mengatakan ketika kejadian anaknya hendak mengantarkan kiriman telur ke pelanggannya. Maklum, sejak era kaset tergerus internet, Sumadi mulai menggeser arah bisnisnya. Dari murni jualan kaset dan keping CD atau VCD, ditambahi dengan menyediakan telur ayam. Saat mengantar telur itu Sumadi ditemani anak dari istri ketiganya.


Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Arpan menjelaskan, Sumadi dan anaknya berkendara dari arah perempatan Bence ke selatan. Sedangkan lawannya melaju dari arah sebaliknya.


Ketika berada di depan Kantor Pos Ngronggo Sumadi hendak berbelok ke barat. Menuju arah ke Pasar Grosir Ngronggo. Saat itulah keduanya ditabrak dua pemuda yang melaju dengan kecepatan tinggi itu.


Sayang, baik AKP Arpan maupun Kanit Laka Satlantas Ipda Dyah Ayu belum bisa memberi keterangan lebih banyak. Menurut keduanya, polisi masih menyelidiki kecelekaan tersebut.


“Kami masih melakukan penyelidikan. Minta waktu dulu agar penyelidikan bisa mendapatkan fakta-fakta yang terkait kecelakaan itu,” elak Ipda Dyah saat dikonfirmasi kemarin.


Sebelumnya, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengatakan polisi telah meminta keterangan beberapa saksi. Juga telah mencari bukti rekaman dari beberapa close circuit television (CCTV) yang ada di sekitar lokasi. (jar/fud)


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri #laka