NGETOS, JP Radar Nganjuk- Penemuan sebuah mortir usang menggegerkan warga Dusun Jawuh, Desa Kweden, Ngetos kemarin siang. Mortir yang diidentifikasi telah berusia puluhan tahun itu dipastikan merupakan peninggalan saat perang dunia kedua.
Kapolsek Ngetos AKP Gendut Wisoko mengatakan, mortir ditemukan oleh warga sekitar yang sedang beraktivitas di sungai Gede pukul 11.00. Mortir yang berada di pinggir sungai itu langsung dilaporkan kepada polisi.
“Tim kami langsung turun mengecek dan memasang garis polisi. Namun, untuk evakuasi, kami serahkan kepada ahlinya,” ujar Gendut kepada Jawa Pos Radar Nganjuk seusai mortir berhasil dievakuasi kemarin sore.
Dikatakan Gendut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Jibom Detasemen C Satbrimob Polda Jatim di Kediri untuk melakukan evakuasi. Akhirnya, petugas berseragam hitam-hitam itu tiba di lokasi sekitar pukul 16.00. Tak tanggung-tanggung satu kompi pasukan diterjunkan dalam evakuasi tersebut.
Setibanya tempat penemuan mortir, petugas langsung menyiapkan alat untuk mengevakuasi mortir tersebut. Lantaran titik penemuannya berada di pinggiran sungai berbatu, evakuasi menjadi sedikit menantang. Ditambah, banyak warga sekitar yang berusaha melihat proses evakuasi secara langsung. Untuk mengamankan, penjagaan ketat diterapkan agar tidak ada pihak yang terancam keselamatannya.
Sekitar 30 menit kemudian, petugas bertubuh tegap tersebut dapat mengevakuasinya. “Alhamdulillah proses evakuasi mortir dapat berjalan dengan aman dan tidak ada korban sama sekali,” imbuh perwira dengan tiga balok emas tersebut.
Terpisah, Danton 2 Kompi Satu Detasemen C Satbrimob Polda Jatim Ipda I Wayan Wirsana mengaku lega evakuasi berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. Baik dari timnya maupun warga yang tinggal di dekat di lokasi penemuan.
Kepada koran ini Wayan menyebut panjang mortir sekitar 25 sentimeter (cm) dan berdiameter sekira 8 cm. Perwira dengan pangkat satu balok emas di pundak itu memastikan mortir berstatus tidak aktif. “Usianya sudah puluhan tahun. Diperkirakan bekas peninggalan zaman perang dunia kedua,” terang Wayan.
Analisa tersebut disampaikannya berdasar jenis dan tipe mortar. Diduga kuat, mortir tersebut merupakan bom yang digunakan oleh militer Belanda kala itu.
Meski demikian, Wayan menegaskan penanganan mortir tetap harus dilakukan sesuai prosedur. Rencananya, bom tersebut akan dimusnahkan oleh tim gegana.
Editor : adi nugroho