Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Pemuda Serang Rombongan Perguruan Silat

adi nugroho • Jumat, 19 Juni 2020 | 19:58 WIB
puluhan-pemuda-serang-rombongan-perguruan-silat
puluhan-pemuda-serang-rombongan-perguruan-silat


WILANGAN, JP Radar Nganjuk- Puluhan pemuda di Dusun Awar-awar, Desa Macon diamankan personel Polres Nganjuk dini hari kemarin. Pasalnya, mereka terlibat aksi penyerangan rombongan salah satu perguruan pencak silat yang akan menuju Madiun.



Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, para pelaku melempari rombongan yang lewat itu dengan pecahan bata dan batu. Aksi penyerangan tersebut terjadi di Jl Raya Nganjuk-Madiun, tepatnya di Desa Mancon, Wilangan sekitar pukul 01.00.



“Ada tiga titik kerusuhan. Semuanya di sekitar Pos Polisi Awar-awar dan Bagor,” ujar Nikolas kepada Jawa Pos Radar Nganjuk. Bekas lemparan batu dan bata tersebut bahkan dengan mudah dijumpai di beberapa titik di jalanan setempat.



Diduga kuat, para pelaku berasal dari oknum kelompok perguruan pencak silat yang memiliki sentimen antarkedua belah kubu. Setelah melakukan aksi penyerangan, para pelaku langsung kabur melarikan diri.



Aksi penyerangan tersebut tidak hanya menyasar rombongan pendekar saja. Namun, beberapa pengendara dan pengguna jalan lainnya juga merasakan getahnya. “Ada masyarakat umum juga. Kami masih mendatanya,” lanjut pria asal Jogjakarta tersebut.



Bahkan, saat hendak meredam pertikaian dan mengamankan pelaku, mobil yang dikendarai pihak kepolisian juga diserang. “Kami mendapat info ada satu mobil satlantas yang pecah kacanya,” timpal perwira dengan dua balok emas tersebut.



Belasan personel pun dikerahkan untuk menyisir dan mengamankan para pelaku yang bersembunyi di rumah-rumah warga dan lahan persawahan. Satu per satu tersangka yang berhasil dibekuk langsung digelandang menuju Pos Polisi Awar-awar.



Butuh waktu sekitar tiga jam bagi korps Bhayangkara untuk menangkap para pelaku penyerangan. “Sebanyak 30 pelaku penyerangan berhasil kami amankan. Kini sedang kami lakukan pemeriksaan secara maraton,” terang Nikolas



Dari pemeriksaan sementara, pelaku yang mayoritas remaja itu mengaku berasal dari berbagai wilayah di Kota Angin. Seperti dari Kecamatan Berbek, Sukomor, bahkan Ngetos. Nyaris, para pelaku penyerangan justru bukan warga sekitar tempat kejadian perkara (tkp).



Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita kendaraan mereka. Tak kurang dari 40 sepeda motor diangkut truk dan unit backbone milik Polres Nganjuk. Puluhan kendaraan roda dua tersebut kini dijajar di halaman depan Mapolres Nganjuk.



“Saat dilakukan penggeledahan kami juga sempat menemukan sebuah sajam milik salah satu pelaku. Berjenis parang,” tandas alumnus Akpol Semarang tersebut.



Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, rombongan pendekar tersebut berbondong-bondong menuju Madiun. Mereka akan mendatangi proses persidangan yang bersangkutan dengan kelompoknya di Kota Gadis tersebut.



Pergerakan massa sudah terjadi sejak Rabu (17/6) sore dari arah timur. Sejak masuk wilayah Kota Angin, penyekatan dilakukan Polres Nganjuk. Mulai dari Polsek Kertosono hingga Wilangan. “Ada beberapa titik yang sudah disiagakan petugas,” akunya.



Mayoritas massa yang bergerak ke barat tersebut mengendarai sepeda motor. Hanya beberapa saja yang mengendarai roda empat. Selama di perjalanan, para rombongan sempat berhenti beberapa kali di suatu titik dan memenuhi jalanan.



Diperkirakan jumlah mereka mencapai ribuan orang. Tak ayal, keberangkatan rombongan ini sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi petugas. “Yang masuk ke Madiun diperkirakan ada tiga ribuan orang,” terang Nikolas.



Sementara itu, tak hanya anggota Polres Nganjuk saja yang turun ke lapangan. Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto dan Wakapolres Kompol Ki Ide Bagus Tri langsung yang memimpin penyekatan tersebut.



Berdasarkan pantauan koran ini, rombongan tersebut mulai didorong untuk pulang dari Madiun sejak dini hari. Menjelang subuh, rombongan yang terbagi dalam beberapa kelompok tersebut mulai bergerak kembali ke arah timur.




Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk #korban #pelaku